KPK segera Umumkan Tersangka Korupsi PT Jasindo

Ilsutrasi - Logo Komisi Pemberantasan Korupssi (KPK). Empat saksi dicecar penyidik KPK, Senin (26/10) untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR) dan kawan-kawan. KPK berupaya menelusuri aliran dana proyek fiktif dari perkara tersebut./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait jasa konsultasi bisnis Asuransi dan Reasuransi Oil dan Gas pada PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (Asuransi Jasindo) Tahun 2008 sampai dengan 2012.

“Saat ini, sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan jasa konsultasi bisnis Asuransi dan Reasuransi Oil dan Gas pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Tahun 2008 sampai dengan 2012,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/11).

Ali mengatakan penetapan tersangka dalam kasus itu akan diumumkan lembaganya bersamaan dengan penangkapan atau penahanan tersangka tersebut.

“Proses penyidikan saat ini sedang berjalan dan pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka akan kami umumkan bersamaan dengan penangkapan atau penahanannya,” ujar Ali.

Ia mengatakan informasi spesifik terkait kasus itu juga belum dapat disampaikan saat ini.

“Namun sebagaimana amanat UU KPK perkembangan perkara ini akan selalu kami sampaikan kepada publik secara transparan dan akuntabel,” tuturnya.

Terkait kasus di Asuransi Jasindo, sebelumnya KPK telah memproses mantan direktur utama perusahaan tersebut Budi Tjahjono. Budi pun telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dan telah berkekuatan hukum tetap.

Pada April 2019, Budi divonis selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Vonis tersebut dijatuhkan karena Budi terbukti melakukan korupsi sehingga merugikan negara cq PT Asuransi Jasindo sebesar Rp8,46 miliar dan 766.955 ribu dolar AS.

Budi terbukti merekayasa kegiatan agen dan pembayaran komisi yang diberikan kepada agen PT Asuransi Jasindo seolah-olah sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) pada 2010-2014, padahal penutupan tersebut tidak menggunakan jasa agen PT Asuransi Jasindo.(har)

 

Comments

comments