KPK Telusuri Pencucian Uang Korupsi Edhy Prabowo Berupa Tanah

Menteri KKP Edhy Prabowo resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi ekspor benur. Foto: Dewi (Acuantoday.com)

Acuantoday.com Jakarta- Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, pihaknya sedang menelusuri dugaan pencucian uang hasil korupsi eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dengan cara pembelian aset berupa tanah.

“Penyidik masih terus mendalami terkait pengelolaan sejumlah uang yang dipercayakan oleh tersangka Edhy Prabowo kepada saksi (Amiril Mukminin) yang di antaranya juga diduga digunakan untuk pembelian aset berupa tanah,” kata Ali dalam keterangan pers yang diterima AcuanToday.com, Minggu (7/2/2021).

Uang yang dibuat untuk pembelian tanah melalui perantara sekretaris pribadi Edhy, Amiril Mukminin, papar Ali, diduga hasil dari menerima suap beberapa eksportir bibit lobster.

“Adapun sumber uang pembeliannya juga masih diduga berasal dari para ekspoktir benur yang mendapatkan izin ekspor di KKP,” ujar Ali.

Dalam kasus ekspor benur ini, Edhy yang mantan Ketua Komisi IV DPR-RI itu diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp3,4 miliar dari PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Suharjito.

Suap tersebut dimaksudkan agar hanya pihak (penyuap) yang disetujui oleh eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang boleh mengekspor benih lobster keluar negeri. Padahal di era Menteri Susi Pudiastuti, penjualan benur dilarang keras karena besarnya potensi ekonomi yang hilang dari petambak. (Mmu)

Comments

comments