Kran Investasi Harus Jaga Kearifan Lokal

Ilustrasi menanamkan modal untuk investasi atau bisnis (pixabay)

Acuantoday.com, Lumajang- Pemerintah daerah diminta tetap menjaga kearifan lokal meski berupaya membuka lebar kran investasi masuk ke daerahnya.

Penegasan disampaikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyusul dibukanya program investasi oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menyokong modal bagi pembangunan di Kabupaten Lumajang.

Saat menjadi pembicara utama di Seminar Nasional dengan tema ‘Peran Pondok Pesantren dalam Kemajuan Indonesia’ di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (18/02/2021), LaNyalla mengatakan sudah sepatutnya semua daerah, termasuk Lumajang, membuka diri terhadap hadirnya investasi.

Kehadiran Ketua DPD RI ini disambut oleh Ketua Yayasan Gus Abdul Wadud Nafis, Rektor IAI Syarifuddin, KH. Satuya Mufid, Wakil Rektor I, Dr. Masury dan Wakil Rektor III, KH. Muhammad Darwis.

“Sebagaimana daerah lain, Lumajang memang perlu membuka diri untuk mengembangkan setiap potensi daerah. Potensi yang dimiliki Lumajang harus dapat dimanfaatkan untuk membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata LaNyalla.

Namun, alumnus Unversitas Brawijaya Malang itu berharap Lumajang tetap bisa menjaga kearifan lokal dan mengedepankan karakteristik daerah.

“Lumajang memiliki karakteristik yang religius dan sangat kental dengan nilai-nilai Islami. Karakter tersebut menjadi warna dalam setiap aktivitas ekonomi dan lainnya. Ini harus tetap dijaga meski investasi sudah dibuka,” pintanya.

Merujuk pada hal tersebut, LaNyalla menilai Institut Agama Islam Syarifuddin bisa memainkan peran. Sebab, IAI Syarifuddin sebagai lembaga pendidikan kampus dan pesantren yang mendidik karakter keislaman.

“Oleh karena itu, IAI Syarifuddin diharapkan dapat memberikan masukan-masukan di dalam perda-perda yang dibuat di DPRD Lumajang,” jelasnya.

Dalam paparannya, LaNyalla juga menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam kemajuan Indonesia. Bahkan, dalam kelahiran negara ini.

“Peran yang dimainkan para kiai dan pondok pesantren menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari negara ini. Bahkan mereka telah berperan sebelum kemerdekaan Indonesia. Jadi, tidak perlu diragukan lagi, manfaat dan kontribusi pondok pesantren dalam kemajuan Indonesia,” katanya.

Ditambahkannya, peran pesantren pun dapat dirasakan hingga kini. Karena, pondok pesantren tetap menjadi prototype institusi masyarakat madani.

“Kalau kita bedah dari analisa ideologi, ekonomi, sosial dan budaya, pondok pesantren masih menjadi institusi yang paling konkret memberikan sumbangsihnya,” ulasnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengatakan, pondok pesantren saat ini juga sudah memasuki ruang ekonomi melalui koperasi pondok pesantren dan usaha-usaha di sektor pertanian, peternakan dan lainnya.

“Bahkan beberapa pesantren telah mencatat sukses mengembangkan sektor usaha melalui koperasi pondok pesantren. Hanya perlu dilakukan secara lebih luas. Sebab, belum semua, dari puluhan ribu pondok pesantren di Indonesia mampu membesarkan skala bisnisnya” ujarnya.

Sementara Rektor IAI Syarifuddin, KH. Satuya Mufid, berharap Ketua DPD RI bisa lebih sering mengunjungi Kota Pisang, julukan Lumajang. Ia berharap LaNyalla menengok perkembangan yang terjadi, terutama soal pendidikan.

“Selamat datang di desa kami dan mudah-mudahan kehadiran Pak LaNyalla tidak sekali dua kali aja. Demi kemaslahatan yang terjadi di daerah kecil ini terutama soal pendidikan. Lebih-lebih melihat pondok pesantren dan kampus di bawah yayasan IAI Syarifuddin,” ucap Satuya.

Dijelaskannya, Kampus IAI Syarifuddin sedang mengembangkan program studi ke jenjang lebih tinggi. Yakni membuka program studi pasca sarjana.

“Saat ini kami ada tiga fakultas. Sedangkan untuk pasca sarjana sedang berproses. Maka kami mohon dukungan Pak LaNyalla bisa melanjutkan prosesnya di pusat karena berkasnya sudah diserahkan semua,” harapnya.(har)

Comments

comments