Krisis Keuangan? Ini Tipsnya

Ilustrasi-- sumber foto apa.org

Acuantoday.com— Tujuh bulan pandemic Covid 19 melanda dunia, juga Indonesia. Dampaknya sungguh luar biasa bukan hanya dari aspek kesehatan namun juga semua sector terdampak parah. Kehidupan masyarakat pun morat-marit. Mereka yang tadinya bukan tergolong miskin, tiba-tiba jatuh miskin karena kehilangan pekerjaan, maupun bisnis yang terhenti. Dalam situasi seperti sekarang banyak keluarga mengalami krisis keuangan. Apa yang harus dilakukan?

Jeremy Vohwinkle, praktisi perencanaan keuangan, dalam salah satu artikelnya di financialplan.about.com memberi sejumlah saran. Ini katanya:

Evaluasi Situasi

Menurutnya, dalam situasi demikian janganlah panik, karena panik tidak akan menyelesaikan apa-apa malah menambah stress. Tenangkan diri dan mulailah melakukan evaluasi situasi anda, agar dapat mengambil langkah yang tepat. Pertama, tentukan apa yang menyebabkan krisis keuangan. Selanjutnya, rencanakan langkah yang efektif untuk mengatasi akar masalah dalam jangka panjang.

Prioritas

Periksalah dengan hati-hati semua pengeluaran, dan tentukan mana yang paling penting dalam daftar prioritas anda. Misalnya, di urutan pertama adalah makanan dan tempat tinggal (jika anda memiliki cicilan rumah). Jangan mengutamakan hal kurang penting dan menempatkan hidup anda dalam ‘bahaya’ karena ketidakmampuan membayar kewajiban utama.

Setelah menetapkan prioritas, mulailah menyeleksi biaya-biaya yang bisa dipotong atau dikurangi.Pasti ini bukan hal menyenangkan memotong anggaran untuk hal-hal (fasilitas) yang sudah biasa anda terima. Tapi cara ini baik untuk menjaga agar tidak tergelincir ke dalam masalah keuangan lebih dalam. Misalnya, mengurangi biaya ponsel, atau menghilangkan kebiasaan makan di luar. Jika bisa menemukan setidaknya lima mata anggaran yang bisa dipotong, anda bisa menyimpannya untuk digunakan membiayai keperluan lain yang lebih penting.

Negosiasikan dengan Lender

Jika mengalami masalah dengan kartu kredit, tagihan medis, atau bahkan hipotek, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menghubungi pemberi pinjaman. Biasanya, mereka akan membantu mencarikan jalan keluar. Jangan menunggu hingga tagihan membengkak, baru mendatangi pemberi pinjaman. Karena terkadang, jika jumlah sudah membengkak, si pemberi pinjaman menolak membantu. Jadi ada baiknya, jika tahu kondisi keuangan mulai ‘goyang’, dan anda memerlukan bantuan, segera menghubungi mereka sebelum segala sesuatu menjadi semakin parah.

Bisa jadi, dengan atas upaya  ini, anda akan mendapat keringanan bunga dari pihak kartu kredit. Atau bahkan mendapat penundaan sementara dalam pembayaran. Atau perusahaan hipotek anda, melakukan restrukturisasi pinjaman dengan pembayaran yang terjangkau. Jadi, jangan menunggu surat ancaman datang baru melakukan tindakan.

Cari Uang Tambahan

Idealnya adalah, anda harus menyisihkan penghasilan untuk ‘dana darurat’. Hal ini akan membantu menangani hal-hal tak terduga yang membutuhkan biaya segera. Tapi mungkin ini tidak selalu bisa dilakukan. Lalu ketika ‘situasi darurat’ datang, sementara rekening tabungan habis, apa yang akan anda lakukan? Ada beberapa pilihan langkah, namun berakibat tidak baik pada anda. Misalnya,  mencoba mengajukan pinjaman baru atau menggunakan kartu kredit, tapi hal ini bisa membuat masalah keuangan bertambah buruk. Ada tawaran pinjaman dana segar, tapi bunga tinggi. Ini pun akan ‘karena berarti membuat pinjaman baru.

Pilihan lain adalah meminjam pada keluarga atau teman. Bisa jadi anda akan mendapatkannya. Tapi tentu hal ini menjadi tak mengenakkan buat anda atau pihak lain. Cara lain, menarik sejumlah uang dari dana investasi milik anda atau dari dana pension. Secara umum, penarikan uang dari dana pension adalah ide buruk karena menempatkan keamanan dana pension anda dalam ‘bahaya’. Di sisi lain, langkah ini bisa juga membantu menjaga anda dari masalah keuangan lebih dalam. Tapi ini merupakan pilihan terakhir.***dian

 

 

 

Comments

comments