Kritik Senior Bentuk Keinginan “Disapa” AHY

Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Marzuki Ali melayangkan kritik tajam kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai dituding sebagai bagian dari kelompok yang ingin mengambil alih atau kudeta AHY dari pucuk pimpinan partai.

Menanggapi kritikan Marzuki Ali, Ketua Badan Pemenang Pemili (Bapilu) Partai Demokrat Andi Arief menilai, kader senior seperti Marzuki Ali ini tipikal orang yang kurang legowo dengan keputusan seluruh kader partai.

“Hampir semua kritik intinya berharap disapa AHY,” kata Andi Arief kepada wartawan, Jumat (4/2).

Menurut Andi Arief, sikap tidak legowo Marzuki Ali ini bagian dari praktik feodalisme. Namun, hal itu dianggap wajar dalam satu organisasi.

“Para senior ini masih kurang legowo dipimpin anak muda. Tapi itu wajar, namanya sisa-sisa feodalisme,” ucapnya.

Dijelaskan Andi Arief, kritik yang dilemparkan oleh Marzuki Ali seputar biaya politik calon kepala daerah dari Partai Demokrat, dimana dirinya mengatakan AHY selaku pimpinan partai tidak membuka komunikasi dengan para senior partai.

“Over all ini kritik yang baik. Sudah lama dijadwalkan bertemu sebelumnya, tapi karena pandemi maka ada keterbatasan,” jelasnya.

Andi mengungkapkan keberhasilan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY pada Pilkada Serentak 2020. “Soal Pilkada 2020, kemenangan 49%. Kader menang sekitar 64 orang. Capaian terbaik sejak Partai Demokrat ada. Karena diurus dengan baik,” sambungnya.

Menurut Andi Arief, di kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, para Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) mendapat kemudahan untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah dari partai berlambang Mercy ini.

“Pengurus mendapat kemudahan mencalonkan diri, sebagian memang sebagian ada kalah. Mungkin Pak Marzuki Alie kurang mendapat informasi yang akurat,” tutupnya. (rht)

Comments

comments