KSPSI NTT Larang Anggotanya Unjuk Rasa Tolak Undang undang Cipta Kerja

Pengunjuk rasa yang menamakan diri Cipayung Plus Bergejolak berujuk rasa menolak Omnibus Law di pintu masuk kantor DPRD NTT di Kota Kupang, NTT Jumat, (9/10)/Foto :Antara

Acuantoday.com, Kupang – Para pekerja di Nusa Teanggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dilarang berdemonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami sudah memerintahkan kepada 22 DPC agar tidak terlibat dalam berbagai unjuk rasa penolakan pengesahan UU Cipta Kerja itu,” kata Ketua DPD KSPSI NTT Stanis Tefa, Jumat (16/10).

Stanis menyampiakan hal itu saat bersilaturahmi dengan Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif dengan sejumlah pimpinan organisasi kemasyaraktan di NTT diantaranya Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri (FKKPI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Menurut dia, berbagai aksi demonstrtasi tak memberi jalan keluar, karena para demonstran belum memegang draf final undang-undang cipta kerja itu.

“Nah dasar apa kita berpendapat. Sementara konsep itu hingga saat ini belum ada dan belum kita lihat modelnya seperti apa,” tuturnya.

Perwakilan dari KSPS, kata dia, sudah menyampaikan aspirasi ke DPR sehingga tak perlu lagi melakukan aksii unjuk rasa.

Oleh karena itu ia meminta pihak kepolisian di NTT menangkap anggota KSPSI yang ikut berunjuk rasa.

“Jadi pak Kapolda unjuk rasa yang selama ini terjadi NTT bukan dari kami, tetapi dari pihak lain,” katanya.(Rita)

Comments

comments