Kunker Menkes ke Solo, Panitia Terapkan Protokol Kesehatan secara Ketat

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto saat meresmikan Gedung Pelayanan Pengujian dan Kalibrasi serta Gedung Penunjang Pelayanan Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK), Jumat (11/12). Acara dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan CIVID-19 secara ketat.(Foto : Rohman/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Solo― Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan kerja ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Solo, Jumat (11/12).

Menkes Terawan terlebih dahulu mengunjungi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, serta meresmikan Gedung Pelayanan Pengujian dan Kalibrasi serta Gedung Penunjang Pelayanan Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK).

Dalam dua kujungan tersebut, panitia telah menentukan dan menetapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat kepada siapapun yang hadir dalam acara tersebut, termasuk kepada undangan, masyarakat umum serta para awak media massa baik wartawan tulis maupun pewarta foto.

Dari pantauan Acuantoday.com, sebelum acara dimulai panitia sudah mengingatkan kepada semua yang hadir untuk menerapkan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Bahkan ketika para wartawan foto tanpa sadar bergerombol untuk mengabadikan Menkes Terawan saat menandatangani prasasti LPFK, pihak panitia sudah mengingatkan dan berupaya membubarkan.

Terkait kerumunan sekitar 10 orang awak media di depan Menkes tersebut, Tenaga Ahli Menkes, Andi mengaku menyesalkan awak media yang tidak mau mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang diberikan panitia.

“Teman-teman media sudah kami ingatkan, tetapi mereka memaksa untuk berada ditempat sudut terbaik pengambilan foto. Tidak mau kehilangan momen. Panitiapun kesulitan membubarkan pewarta foto bergerombol. Meski cuma beberepa menit, tetapi itu sedikit mengganggu acara,” ujar Andi.

Andi mengungkapkan, sebenarnya dalam beberapa kesemapatan Menkes Terawan selalu menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan di seluruh lingkungan rumah sakit (RS). Upaya ini sebagai langkah mencegah penularan COVID-19.

Menurut Andi, dalam transisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Menkes Terawan selalu meminta rumah sakit agar mampu membangun budaya dengan melakukan perubahan pada sistem pelayanan.

Di sisi lain, imbuh Andi, Menkes Terawan juga acapkali mengingatkan media massa memaksimalkan perannya. Media menjadi garda terdepan dalam menangkal berita bohong atau hoaks. Sehingga peran media menjadi bantuan besar khususnya bagi pemerintah.(har)

Comments

comments