Legislator Sindir Ridwan Kamil Jangan Cengeng

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bercerita tentang upaya pemerintah daerah Jawa Barat memerangi pandemi Covid-19 dalam wawancara yang dilakukan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa, di Istana Kepresidenan yang disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10). /Foto: Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Acuantoday.com, Jakarta- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil meminta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, tanpa harus melempar tanggung jawab ke pihak lain.

Hal ini disampaikan Nasir Djamil dalam merespon pernyataan Ridwan Kamil yang meminta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk bertanggung jawab terkait kerumunan yang diciptakan oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Jangan cengeng. Masing-masing sudah punya tanggung jawab sesuai perundang-undangan,” kata Nasir Djamil kepada wartawan, Kamis (17/12).

“Melemparkan tanggung jawab ke Menko Polhukam seoal kerumunan menunjukan Ridwan Kamil belum siap memikul tanggung jawab,” tambahnya.

Dijelaskan politisi asal Aceh ini, pernyataan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil yang meminta Mahmud MD bertanggungjawab menyiratkan tidak ada koordinasi dan komunikasi yang baik terkait dengan masalah kerumunan yang melibatkan Habib Rizieq Shihab, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah.

“Jadi melemparkan tanggung jawab ke Menko Polhukam sama saja memperlihatkan bahwa tidak ada koordinasi antara pusat dan daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil memberikan pandangannya terkait kerumunan massa FPI di sejumlah tempat, saat penjemputan Rizieq Shihab. Buat Ridwan Kamil, penyebab kerumunan disebabkan oleh adanya pernyataan dari Menko Polhukam Mahfud MD. Karena Mahfud mengizinkan masyarakat melakukan penjemputan Rizieq Shihab saat kembali ke tanah air dari Arab Saudi. (rht)

Comments

comments