LIBAS Minta Penegak Hukum Usut Proyek Asrama Dayah Al-Ikhwan Labuhanhaji Barat

Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS): May Fendri

Acuantoday.com, Aceh Selatan– Proyek Pembangunan Dayah Al-Ikhwan di Gampong Panton Rubek Labuhanhaji Barat Aceh Selatan, diduga tidak tepat sasaran karena tidak aktif lagi sejak tahun 2017 hingga kini.

Selain itu, pimpinan dayah-nya  sudah sejak lama tidak tinggal di Gampong Panton Rubek. “Berdasarkan informasi masyarakat setempat, pimpinan Dayah Al-Ikhwan sudah sejak lama berdomisili di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya),” ungkap May Fendri Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS). Rabu 14/4/2021

May Fendri menyatakan proyek pembangunan asrama dayah dari sumber dana Otsus Tahun 2020 sebesar Rp712 juta lebih itu diduga tidak tepat sasaran. Karenanya ia meminta pihak penegak hukum agar mengusut proyek Asrama Dayah Al-Ikhwan di Gampong Panton Rubek, Kecamatan Labuhanhaji Barat, tersebut.

Bangunan Asrama Dayah Al-Ikhwan Labuhanhaji Barat

Ia menduga, pimpinan dayah itu menggunakan KTP ganda saat teralisasinya proposal proyek pembangunan asrama Dayah Al-Ikhwan tahun 2020 lalu. “Jika dugaan menggunakan KTP ganda tersebut benar maka ini bukan lagi proyek tidak tepat sasaran melainkan  proyek menghambur – hambur uang negara ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya LSM LIBAS dengan tegas meminta kepada pihak penegak hukum di Aceh Selatan agar mengusut proyek asrama Dayah Al-Ikhwan sehingga publik mengetahui apakah proyek tersebut salah atau tidak.

“Kita tidak mempersalahkan dayah tersebut dibangun, tetapi harus sesuai prosedur. Seperti dayahnya aktif, ada santri, ada guru, dan ada pengurus dayah,” kata May Fendri seraya menambahkan “Ini bisa dipidanakan”.

Menurutnya, pembangunan asrama Dayah Al-Ikhwan tidak  bisa disalahkan karena hal itu berdasarkan usulan proposal ke Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan.

“Hanya saja, Dinas Pendidikan Dayah tidak hati – hati dalam memverifikasi data dayah dimaksud sehingga timbul persoalan di tengah masyarakat Gampong Panton Rubek,” pungkasnya. (Nai)

Comments

comments