Libur Tahun Baru, 6 Kabupaten di Jateng Pastikan Tutup Objek Wisata

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Semarang―Enam Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sepakat menutup sementara semua objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah.  

Penutupan objek wisata dilakukan Pemda untuk mencegah mata rantai Covid-19. 

Kepastian untuk menutup objek wisata di enam kabupaten di Jawa Tengah diungkapkan langsung oleh Sinoeng N Rachmadi selalu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah.

Ada pun enam kabupaten yang disebutkan Sinoeng adalah Rembang, Purworejo, Wonogiri, Kudus, Jepara dan Demak. Sementara, dua Kabupaten lain yakni Klaten dan Pemalang melakukan penutupan sebagian di sejumlah obyek wisata.

“Ada delapan Kabupaten/Kota yang menutup total dan menutup sebaian destinasi wisatanya selama libur akhir tahun dan tahun baru. Kami mengapresiasi langkah itu karena ini untuk menjaga timbulnya klaster baru penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata,” ujar Sinoeng di kantornya, Selasa (29/12). 

Sinoeng mengatakan, Kabupaten Demak yang memiliki dua daya tarik wisata, semuanya ditutup. 

Diikuti Jepara dengan 9 daya tarik wisata yang ditutup semuanya, Kudus 17 tempat wisata ditutup semuanya, Purworejo 27 obyek wisata ditutup semuanya, Rembang 10 daya tarik wisata ditutup semuanya dan Wonogiri dari 17 daya tarik wisata ditutup semuanya.

“Pemalang ditutup sebagian yakni dari 19 daya tarik wisata, ditutup tiga dan Klaten yang juga ditutup sebagian. Total ada 86 dari 690 daya tarik wisata di Jateng yang ditutup,” jelas mantan Kepala Satpol PP Jawa Tengah ini. 

Sinoeng juga memastikan, penutupan di enam kabupaten dilakukan di objek wisata yang dikelola pemerintah. Sementara untuk objek wisata yang dikelola swasta diminta oleh Disporapar untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Semuanya harus ketat dalam penerapan protokol kesehatan. Masyarakat silahkan melaporkan kami jika menemukan ada destinasi wisata yang melanggar protokol kesehatan, seperti tidak dilakukan pembatasan pengunjung, sarana prasana tidak dipenuhi dan ketaatan protokol kesehatan diabaikan. Pasti akan kami tindaklanjuti dan dilakukan tindakan tegas berupa penutupan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuat acara keramaian saat libur tahun baru. Politikus PDI Perjuangan ini meminta semua pihak menahan diri dengan merayakan malam tahun baru di rumah masing-masing. 

“Kita semua sudah sepakat, bahwa tahun baru tidak boleh ada perayaan. Semuanya saya minta di rumah, dan kepolisian sudah sepakat akan melakukan tindakan tegas jika masyarakat masih melakukan aktivitas yang menimbulkan keramaian itu,” tegas Ganjar. 

Menurut orang nomor satu di Jawa Tengah ini, dengan disiplinnya masyarakat untuk tidak bepergian saat malam tahun baru akan membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Ganjar juga mengapresiasi para kepala daerah di Jawa Tengah yang sudah membuat aturan terkait libur Natal dan Tahun Baru supaya tidak muncul klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.  (alvin)

Comments

comments