Liburan di Penghujung Tahun, Kemenkes Ingatkan Rawan Melonjaknya Penularan COVID-19

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, dr. Alexander Kaliaga Ginting Sp.P dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Kepatuhan Protokol Kesehatan dari RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11). (Foto : Satgas Penanganan COVID-19)

Acuantoday.com, Jakarta- Libur panjang akhir tahun berkaitan cuti bersama dan libur nasional, Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru menjadi momen berharga banyak keluarga untuk menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga besar dan masyarakat luas.

Untuk itu, libur panjang akhir tahun mendatang dinilai rawan melonjaknya panularan COVID-19 sehingga harus disikapi secara bijak mengingat pandemi penularan virus corona (COVID-19) masih terus mengintai.

“Kita sudah hampir di penghujung tahun. Kita juga akan menghadapi liburan akhir tahun. Ini harus kita bisa kita pertahankan supaya kita memasuki tahun 2021 bisa lebih baik lagi,” ujar Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, dr. Alexander Kaliaga Ginting Sp.P (Alex) dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Kepatuhan Protokol Kesehatan dari RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11).

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI. Doni Monardo, Koordinator RS Darurat COVID-19 Mayjen TNI. Tugas Ratmono, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih, dan Wakil Ketua Umum IDI dr. M. Adib Khumaidi, SpOT.

Lebih jauh, Alex mengatakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah melaksanakan berbagai tugas layanan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka menanggulngi penularan pandemi COVID-19 selama lebih delapan bulan sejak virus corona dideklarasikan sebagai pandemi.

Upaya penangulangan itu, menurutnya hakikatnya bukanlah semata tugas pemerintah dan Kementerian Kesehatan tetapi menjadi sebuah gerakan bersama dari masyarakat.

Tingkat kesembuhannya pasien yang tertular sudah semakin baik penanganannya sehingga persentasenya hampir mendekati kasus penularan yang ada hingga diharapkan bisa pada titik nol kasus dan tingkat kesembuhan bisa mencapai 100 persen.

“Kita senang bahwa angka kesembuhan sudah mencapai hampir 83 persen, angka kematian 3,3 persen yang artinya terjadi perbaikan dalam pelayanan, terjadi pencapaian-pencapaian tetapi pencapaian ini tidak harus melonggarkan kita dalam menerapkan protokol kesehatan,” ingatnya.

Oleh karena itu, disiplin protokokol kesehatan harus tetap dilakukan yaitu harus tetap menggunakan masker, harus menjaga jarah, serta cuci tangan. “Dan melaksanakan semua itu dengan wajib iman, wajib aman dan wajib imun,” imbuhnya.

Selaiu itu, target dan capaian juga memiliki progres yang menggembirakan. “Kementerian Kesehatan sudah tegas mengeluarkan surat edaran, mengeluarkan energi untuk bisa memutus rantai penularan ini,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat tetap menjalani disiplin protokol kesehatan agar berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah, Kementerian Kesehatan, Satgas Penanganan COVID-19 serta berbagai komponen masyarakat terkait tidak menjadi sia-sia.

Ia Mencontoh, perkembangan penanganan COVID-19 terhadap 10 provinsi prioritas yang telah menunjukkan hasil yang baik. Itu bisa dilihat berdasarkan up date penanganan COVID-19 menunjukkan perbandingan jumlah kasus dan perbandingan jumlah kematian.

“Bapak Menteri Kesehatan Bapak Terawan Agus Putranto, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Bapak Doni Monardo dan juga Menko Marves Bapak Jenderal Luhut Pandjaitan sudah banyak berkoordinasi bahkan telah menyiapkan berbagai upaya penanganan di mana 10 provinsi adalah menjadi prioritas agar angka pesakitan menurun, agar penularan menurun dan memastikan bahwa logistik farmasi, logistik obat-obatan, logistik alat kesehatan bisa berjalan dengan baik,” tegas Alex.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 merangkap Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengakui penerapan disiplin protokol kesehatan tetap menjadi kunci penting dalam penanganan COVID-19.

Disiplin dan kesadaran kolektif, menjadi penting diterapkan oleh masyarakat termasuk tidak mengadakan berbagai macam acara di tengah situasi pandemi COVID-19. “Sekali lagi, semua aktivitas yang berhubungan terhadap timbulnya kerumunan tolong untuk dihindari,” katanya.

Doni mengajak segenap komponen masyarakat agar saling mengingatkan masing-masing anggota keluarganya agar tidak menghadiri kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Hal ini ditegaskan sebab hal itu bukanlah perkara mudah sebab berdasarkan data, menjaga jarak dan menghindari kerumunan masih belum optimal dilakukan masyarakat.

Mantan Kepala Lemhanas ini juga mengingatkan peran strategis dari tokoh-tokoh masyarakat agar mengajak masyarakat mematuhi disiplin kolektif protokol kesehatan. “Tokoh agama hendaknya bisa menjadi suri tauladan untuk bisa mengingatkan masyarakat kita,” katanya.(har/dian)

Comments

comments