Berita Terkini

Profil Wanda Hara, Pria Bercadar yang Ikut Kajian Ustadz Hanan Attaki

Kamu mungkin pernah mendengar nama Wanda Hari. Ya, pria ini memang berkecimpung di industri hiburan bersama artis Tanah Air, terutama soal urusan fashion stylist...

Demo Sempat Ricuh! Inilah 12 Tuntutan BEM SI untuk Jokowi di Akhir Masa Kepemimpinannya

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (22/7/2024).Dalam aksi demo tersebut BEM SI menyikapi...

Rangkuman Film Hijack 1971, yang Diangkat dari Kisah Nyata Pembajakan Pesawat Korea Selatan

Setelah sukses dirilis di Korea Selatan pada 21 Juni 2024, film Hijack 1971 akhirnya resmi tayang di Indonesia pada 17 Juli 2024. Film debut...

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS dan Digantikan dengan Sosok Ini, Simak Isi Surat Pengunduran Dirinya

Presiden petahana Joe Biden putuskan untuk mundur dari ajang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2024 yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November 2024.Dari keputusannya...

Download Lagu MP3 Gratis: Tips dan Trik Terbaik

Berbagai situs dan aplikasi kini menawarkan akses ke jutaan lagu dari seluruh dunia, memungkinkan pecinta musik untuk menambah koleksi lagu dengan cara download lagu...
HomeLifestyleInilah Takbir Hari Raya Idul Adha Berdasarkan Madzhab Imam Syafii

Inilah Takbir Hari Raya Idul Adha Berdasarkan Madzhab Imam Syafii

10 Dzulhijjah merupakan hari raya besar yang diperingati oleh kaum muslimin di seluruh belahan dunia, yaitu Hari Raya Idul Adha. Sebagian umat muslim pada hari raya tersebut menyembelih hewan qurban yang menjadi sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sama seperti pada Hari Raya Idul Fitri, seluruh umat islam dianjurkan untuk melakukan takbir di malam sebelum Hari Raya Idul Adha hingga pagi hari sebelum dilakukannya sholat Ied.

Adapun dalil dari dianjurkannya takbir pada hari raya idul fitri maupun idul adha adalah sebagai berikut:

  • Allah Ta’ala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

  • Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya mengenai waktu takbir pada kedua hari raya tersebut, lalu beliau menjawab:
    “Segala puji bagi Allah, pendapat yang paling benar tentang takbir ini yang jumhur salaf dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat serta imam berpegang dengannya adalah : Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq ( tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), dilakukan setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id. Ini merupakan kesepakatan para imam yang empat”.
  • Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah bertakbir di kubah di Mina, kemudian orang=orang mendengar takbir yang berada di sekitar masjid tersebut lalu mereka bertakbir.

Lalu. bagaimana lafaz takbir hari raya? Berikut ini keterangan tentang takbir hari raya menurut tinjauan madzhab Imam Syafii.

Takbir di hari raya merupakan hal yang sunnah. Takbir merupakan syiar bagi kaum muslimin dengan mengeraskan suara. Takbir secara mutlak disunnahkan untuk diucap pada hari raya Idul Fitri dan Idun Adha.

Waktu dilakukannya takbir yaitu dari tenggelamnya matahari pada malam memasuki tanggal hari raya hingga saat imam memuali sholat Ied.

Lafaz takbir yang disunnahkan adalah sebagai berikut:

  1. Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamd.
  2. Berdasarkan madzhab Imam Syafii, juka takbir di atas sudah diucapkan sebanyak tiga kali, maka ada tambahan lafadz yaitu:
    “Allahu akbar kabiro, walhadulillahi katsiro, wa Subhanallahi bukrotaw wa ashila. Laa ilaha illalah, wa laa na’budu iyyah, mukhlishina lahuddiin walaw karihal kaafiruun. Laa ilaha illallahu wahdah, shodaqo wa’dah, wa nashoro ‘abdah. Wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illahu wallahu akbar.”

Beberapa ulama pun menyatakan, selain melantunkan takbir, ada ibadan sunnah lain yang bisa dilakukan pada malam Id dengan ibadah seperti perbanyak baca al-quran, berdoa, dan beristighfar,dan mal sholih lainnya.