Berita Terkini

Profil Wanda Hara, Pria Bercadar yang Ikut Kajian Ustadz Hanan Attaki

Kamu mungkin pernah mendengar nama Wanda Hari. Ya, pria ini memang berkecimpung di industri hiburan bersama artis Tanah Air, terutama soal urusan fashion stylist...

Demo Sempat Ricuh! Inilah 12 Tuntutan BEM SI untuk Jokowi di Akhir Masa Kepemimpinannya

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (22/7/2024).Dalam aksi demo tersebut BEM SI menyikapi...

Rangkuman Film Hijack 1971, yang Diangkat dari Kisah Nyata Pembajakan Pesawat Korea Selatan

Setelah sukses dirilis di Korea Selatan pada 21 Juni 2024, film Hijack 1971 akhirnya resmi tayang di Indonesia pada 17 Juli 2024. Film debut...

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS dan Digantikan dengan Sosok Ini, Simak Isi Surat Pengunduran Dirinya

Presiden petahana Joe Biden putuskan untuk mundur dari ajang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2024 yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November 2024.Dari keputusannya...

Download Lagu MP3 Gratis: Tips dan Trik Terbaik

Berbagai situs dan aplikasi kini menawarkan akses ke jutaan lagu dari seluruh dunia, memungkinkan pecinta musik untuk menambah koleksi lagu dengan cara download lagu...
HomeLifestyleNiat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

Sholat adalah perintah Allah SWT untuk hambanya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika Beliau merampungkan isra’ mi’raj.

Perintah ini menjadi kewajiban umat islam dalam sehari semalam yakni ada lima waktu yang harus dikerjakan salah satunya adalah sholat subuh.

Terkait sholat subuh waktunya adalah setelah masuknya fajar shodiq hingga terbitnya matahari jumlah rakaatnya hanya dua rakaat saja.

Jika dibandingkan dengan jumlah rakaat sholat wajib lainnya, sholat subuh hanya memiliki sedikit rakaat.

Sekilas Tentang Sholat Subuh

Meskipun jumlah rakaat sholat subuh hanya dua rakaat, akan tetapi banyak umat muslim yan mengakui bahwa melaksanakan sholat subuh tersebut adalah hal yang penuh perjuangan.

Tidak semua ummat islam diberikan kekuatan oleh Alllah SWT untuk melaksanakan sholat subuh secara terus menerus diwaktu yang tepat.

Karena pada jam saat itu merupakan waktu yang sangat sulit untuk bangun dari buaian mimpi indah atau tidur.

Maka dari itu butuh perjuangan yang sangat kuat untuk menuju tempat wudhu dan bergegas melaksanakan sholat subuh.

Bahkan dalam lafadz azan panggilan Allah SWT untuk hambanya sholat subuh, ditambahkan oleh Bilal Bin Rabah dengan kalimat “Asholatu Khoirum Minan Naum”.

Kalimat tersebut memiliki arti “Sholat itu lebih baik daripada tidur” bayangkan dizaman Rosulullah saja sahabat Nabi Bilal.

Membangunkan sahabat lainnya untuk melaksanakan sholat subuh dengan kalimat demikian, berarti dimasa itupun sama banyak godaan untuk melaksanakan sholat subuh.

Terlebih dizaman akhir ini tidak semua ummat muslim dapat istiqomah melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

Dalil Tentang Sholat Subuh

Simak terlebih dahu beberapa dalil shohih tentang sholat subuh sebelum memahami lebih lanjut terkait niat sholat subuh. Dalil ini penulis menuqilnya dari Al-Qur’an dan juga Al-Hadis sebagai acuan betapa pentingnya melaksanakan sholat subuh.

Dalil Al-Qur’an

Kewajiban tentang melaksanakan sholat subuh Allah SWT sampaikan juga didalam Al-Qur’an. Hal ini sebagai perintah yang sangat tegas agar ummat islam tidak meninggalkannya.

Q.S Al-Isra’ : 78

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

Aqimiṣ-ṣalāta lidulūkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur’ānal-fajr(i), inna qur’ānal-fajri kāna masyhūdā(n).

Artinya :

Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh!436) Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S Al-Isra’ : 78)

Q.S Ar-Rum : 17

فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

Fa subḥānallāhi ḥīna tumsūna wa ḥīna tuṣbiḥūn(a).

Artinya :

Bertasbihlah kepada Allah ketika kamu berada pada waktu senja dan waktu pagi. (Q.S. Arrum : 17)

Dalil Hadis Shohih

Tidak hanya didalam Al-Qur’an terkait kewajiban melaksanakan ibadah sholat subuh melainkan dikuatkan oleh hadis Rosulullah SAW.

Tentunya jika sudah demikian maka tidak ada alasan bagi ummat muslim untuk tidak melaksanakan sholat subuh dengan sengaja.

HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

Artinya :

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

HR. Muslim no. 634

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Artinya :

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Artinya :

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

HR. Muslim no. 656

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Artinya :

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Fadilah Melaksanakan Sholat Subuh

Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

Ganjaran yang Allah berikan kepada umat islam yan melaksanakan sholat subuh sangat besar. Tentunya dalam perjalanan melaksanakan perintah sholat subuh juga banyak rintangan yang menjadikan ujian ummat islam.

Tidak semua umat islam sukses menghadapi ujian sholat subuh maka dari itu sangat dibutuhkan perjuangan yang sangat kuat.

Sehingga wajar saja ketika Allah SWT akan memberikan ganjaran yang sangat besar bagi hambanya yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

Dibukakan Pintu rezeki Yang Berkah

Pernahkan mendengar pepatah nenek moyang “Kalau bangun siang rejekinya dipatok ayam”. Jika ditelaah hal ini sangat berkesinambungan dengan waktu pelaksanaan sholat subuh.

Tentunya seseorang yang sedari subuh sudah bangun dengan melaksanakan aktivitas yang diawali dengan sholat subuh. Maka ia akan lebih star dahulu jika dibandingkan dengan orang yang bangunnya siang.

HR. Muslim no. 163

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Artinya :

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang melakasanakan sholat subuh yakni agar berada dalam jaminan Allah SWT.

Tentunya ketika Rosulullah SAW yang berdoa, maka doatersebut tidak lah diabaikan oleh Allah SWT melainkan dikabulkan.

Layaknya sebagai umat Rosulullah SAW yang taat maka harus yakin dan percaya akan yang disampaikan oleh beliau. Sehingga dengan hal ini akan menambah semangat untuk melaksanakan kewajiban salah satunya adalah sholat subuh.

Sebagai Salah Satu Jalan Menuju Surga

Ketika seorang hamba melaksanakan perintah Allah SWT dengan tulus ikhlas, maka ia akan mendapatkan semua yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Seperti halnya ketika seseorang melaksanakan sholat subuh dengan tulus ikhlas insya Allah akan dibukakan pintu surga untuk dirinya.

Surga yang Allah berikan bisa saja berupa kenikmatan dunia yang diridhoi dan kenikmatan akhirat ketika sudah berpulang kehadirat Allah SWT.

Salah satu contoh Allah berikan surga semasih didunia bagi seseorang yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu. Yakni dibukakan jalan urusan duniawi semakin mudah, jika ada masalah hati terasa tenang dan tidak khawatir.

Sehingga pada saat menyelesaikan masalah Allah SWT akan membimbingnya dan diselesaikan oleh-Nya.

Allah Jauhkan Dari Siksa Neraka

Antara surga dan neraka dalam sebuah kehidupan selalu berdekatan, gambaran neraka adalah kesengsaraan sedangkan gambaran surga adalah gambaran kesenangan.

Ketika seorang hamba melaksanakan ibadah sholat subuh secara tepat waktu maka ia akan dijanjikan dijauhkan dari neraka.

Jika masih didunia maka Allah jauhkan dari segala macam kesulitan yang menjadi penghalang dalam menjalankan ibadah kepada Allah.

Meskipun didunia ia mendapatkan banyak ujian yang ketika orang lain melihatnya nampak kasihan, namun bagi orang yang ditolong Allah ia akan tetap merasakan kenikmatan.

Terlebih jika ia mendapatkan kebahagiaan misal berlimpahan harta maka ia tidak segan untuk membagikan kepada yang berhak. Sehingga dengan hal tersebut Allah semakin jauhkan dari bala atau penyakit yang disebut dengan neraka.

Terkait ganjaran dijauhkan dari neraka yang Allah berikan kepada seorang hamba akan didapatkan ketika diakhirat.

Malaikat Menjadi Saksi

Bagi seoarang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat pada waktunya maka ia oleh Allah akan disaksikan malaikat.

Siapa yang tidak senang jika perbuatan baiknya disaksikan oleh malaikat terlebih perbuatan itu adalah sholat.

Tentunya para malaikat akan menjadi saksi diakhirat bahwa seseorang tersebut telah melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu.

Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menyatakan hal demikian.

HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

Allah Berikan Pahala Layaknya Haji Dan Umroh

Siapa gerangan umat muslim yang tidak menginginkan pahala seperti haji dan umroh. Bahkan orang yang umroh sekalipun belum tentu Allah berikan pahala tersebut, karena tergantung dari niat yang dituju.

Akan tetapi bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu tentunya hanya karena Allah SWT maka dijanjikan mendapatkan pahala haji dan umrah.

Bagaimana mendapatkannya, caranya adalah ketika selesai melaksanakan sholat subuh maka jangan dulu bergegas pergi meninggalkan tempat sholat.

Melainkan membaca zikir dan sholatwat serta amalan-amalan lainnya hingga terbit matahari dan melaksanakan sholat sunnah.

Bukan Golongan Orang Munafik

Didunia ini ada tiga kelompok seluruh manusia keseluruhan jika dijadikan sebagai kelompok kecil maka akan terkumpul seperti ini :

  • Pertama kelompok beriman akan dimasukkan surga
  • Kedua kelompok orang yang munafik tempatnya adalah dineraka
  • Ketiga kelompok orang kafir tempatnya juga didalam neraka

Jika ingin selamat dari kelompok yang kedua salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat subuh tepat waktunya.

Hal ini disampaikan juga oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya :

HR. Bukhari no. 657

Artinya :

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh.

Lebih Baik Dari Pada Dunia Dan Seisinya

Fadhilah selanjutnya terkait seorang muslim yang melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu akan mendapatkan kemuliaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Hal ini bisa saja terjadi karena jika sholat subuhnya tepat waktu maka ia memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah sholat dua rakaat yakni aqobliyah subuh.

Jangan diremehkan dua rakaatnya akan tetapi lihat keutamannya yang sangat besar, karena tidak semua orang bisa melaksanakan sholat sunah tersebut.

Rosulullah SAW bersabda terkait sholat qobliah subuh baik anjurannya dan juga keutamaan yang ada pada sholat tersebut.

HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

Artinya :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

HR. Muslim no. 725

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya :

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

HR. Muslim no. 725

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya

Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya

Dalam pelaksanaan sholat subuh niat adalah sebagai rukun paling utama, karena niat tersebut dapat meliputi semua rukun yang ada didalam sholat tersebut.

Niat tersebut boleh dibaca melalui lisan atau juga boleh dibaca dalam hati, namun yang perlu ditekankan adalah niat harus diikut sertakan dalam pelaksanaan sholat.

Adapun untuk tatacara sholat disini akan dijelaskan secara rinci mulai dari membaca niat kemudian takbir dan sampai salam, semua ini terkumpul dalam 13 rukun sholat.

Berniat Sholat Subuh

Hal yang paling uatama ketika akan melaksanakan sholat adalah dilihat dari niatnya, ketika niat yang utarakan salah maka bisa saja sholat tersebut tidak sah.

Sedangkan niat adalah gerakan dalam hati ingin melaksanakan sesuatu yang direalisasikan dengan perbuatan.

Pada dasarnya ketika seseorang melaksanakan wudhu hal ini sudah termasuk bagian dari sholat meskipun ia belum melaksanakan rukun 13.

Mengapa demikian karena ia melaksanakan wudhu dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan ibadah sholat subuh.

Membaca Takbir

Dalam hal ini semua umat islam yang akan melaksanakan sholat tentu diawali dengan membaca takbir. Disisi lain takbir adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar, agung, mulia, kuasa dan lainnya kecuali Allah.

Jika sudah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah maka tidak ada lagi pekerjaan dunia, hiasan dunia seperti kendaraan, rumah dan lainnya semuanya lebur yang ada hanyalah Allah.

Bacaan takbir tersebut tidak boleh dibaca sir atau pelan melainkan harus dibaca dengan keras minimal terdengan oleh telinganya sendiri.

Berdiri Tegak Lurus

Setelah membaca takbir maka selanjutnya adalah berdiri tegak lurus seperti huruf alif. Disisi lain ini menggambarkan bahwa Allah ada satu tidak dua dan sebagainya, sehingga ketika dalam perjalanan sholat ada tersirat selain Allah maka disebut lalai dalam sholatnya.

Membaca Doa Iftitah

Membaca doa iftitah adalah sunnah namun sebaiknya dibaca karena sebagian dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah SWT.

Berikut bacaan doa iftitah :

Doa Iftitah Versi NU

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallahi bukratawwa ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin.

Artinya :

“ Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.

Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.

Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan oroang muslimin.”

Doa Iftitah Versi Muhammadiyyah

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

Artinya :

“ Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”

Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca surat Al-fatihah dalam sholat termasuk rukun jadi tidak boleh ditinggalkan, jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.

Secara syariat ketika membaca surat Al-fatihah dalam sholat harus benar makhroj dan panjang pendeknya sesuai tajwid.

Maka dalam memilih imam pertama yang dilihat adalah bacaannya, yang kedua hafalannya agar mumpuni secara syariat islam.

Membaca Sebagiat Ayat Al-Qur’an

Setelah membaca surat Al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca sebagian surat dalam Al-Qur’an. Sebaiknya jika menjadi imam harus pandai melihat situasi pada makmumnya.

Jika makmumnya campur dalam artian tidak seumuran ada yang sudah tua ada yang muda dan ada juga yang masih sibuk dengan pekerjaan.

Maka bacalah sebagian ayat Al-Qur’an yang pendek saja seperti surat Al-ikhlas, Al-falaq dan lain sebagainya.

Rukuk Dengan Tuma’ninah

Selanjutnya setelah membaca sebagian ayat Al-Qur’an maka dilanjutkan dengan posisi badan Rukuk dengan tumakninah yakni tenang.

I’tidal Dengan Tumakninah

Setelah rukuk maka selanjutnya adalah I’tidal dengan tumakninah yakni tenang tidak banyak bergerak dan fikiran serta hati hanya tertaut kepada Allah SWT.

Membaca Doa Qunut

Doa Qunut ini dibaca pada rakaat yang kedua pada posisi I’tidal

Sujud Dengan Tumakninah

Setelah ruku maka dilanjutkan dengan sujud posisi harus tenang tidak banyak bergerak, terutama posisi hati tidak pergi keluar dari area sujud.

Duduk Diantara Dua Sujud

Setelah sujud maka bangun kembali dengan duduk diantara dua sujud, hal ini juga sama dalam hati dan fikirannya hanya ada Allah semata.

Sujud Kembali

Sujud ini dilakukan setelah duduk diantara dua sujud, atau yang sering disebut dengan sujud yang kedu. Praktiknya sama dengan sujud yang pertama.

Duduk Tasyahud Akhir Dan Doa

Setelah melakukan sujud yang kedua kemudian bangun dan langsung duduk tasyahud akhir. Dalam praktiknya ada doa tasyahud akhir yang harus dibaca karena termasuk rukun.

Membaca Sholawat Nabi

Setelah membaca doa tasyahud akhir kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi dan sholawaat ibrohim.

Salam

Yang terakhir adalah salam yakni sebagai tanda bahwa sholat subuh yang dikerjakan sudah selesai

Bacaan Niat Sholat Subuh

Setelah mengetahui beragam pengertian dan juga praktik tata cara sholat subuh maka yang sangat penting adalah membaca Niat sholat subuh.

Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa niat adalah salah satu rukun yang paling utama maka wajib diikutsertakan dalam sholat.

Berikut dibawah ini beberapa bacaan niat sholat subuh sesuai keadaan.

Niat Sholat Subuh Sendiri

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Ushalli fardhash Shubhi rok’ataini adaa-an lillahi ta’aala

Artinya :

“Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat sendiri karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Imam

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ إِمَامًا لله تَعَالَى.

Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Makmum

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini makmuman lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Subuh Qodho

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ قضاء لله تَعَالَى.

Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini qodoan lillaahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat sebab mengqodho karena Allah ta’ala.”

Penutup

Demikianlah rangkuman terkait bacaan niat sholat subuh berikut tata cara serta pengertiannya yang penulis sampaikan dalam sebuah artikel vantage.id.

Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman tentang niat dan cara sholat yang benar sesuai syariat islam.