Lima Hal yang harus Orangtua Ajarkan pada Anak Usia 5 Tahun

Ilustrasi-- sumber foto understood.org

Acuantoday.com— Banyak orangtua berpikir bahwa mengajarkan nilai-nilai kepada balita atau anak prasekolah terlalu dini. Itu salah! Karena justru pada usia seperti itulah orangtua harus sudah memulai menanamkan nilai-nilai pada anaknya. Berikut ini beberapa tips parents.com tentang cara mudah menanaman nilai-nilai kepada anak.

Nilai # 1: Kejujuran

Bantu Anak-Anak menemukan cara mengatakan kebenaran. Cara terbaik untuk mendorong kejujuran pada anak Anda adalah dengan Anda menjadi orang yang jujur. Anak memerlukan keteladanan orangtuanya. Anak akan mencontoh apa yang Anda lakukan.

Jadi penting bagi Anda untuk mencoba menghindari segala jenis kebohongan bahkan yang tampaknya tidak berbahaya. (Jangan pernah, misalnya, mengatakan sesuatu seperti “Jangan beri tahu Ayah kita mendapat permen sore ini.”).

Cara lain untuk mempromosikan nilai kejujuran: Jangan bereaksi berlebihan jika anak Anda berbohong kepada Anda. Sebaliknya, bantu dia menemukan cara untuk mengatakan yang sebenarnya. Meskipun jujur ​​tidak selalu mudah atau nyaman, Anda – dan orang lain – selalu merasa lebih baik jika Anda mengatakan yang sebenarnya.

Nilai # 2: Keadilan

Meminta agar Anak-anak Menebus kesalahan. Misalnya pada suatu ketika anak Anda bermain dengan temannya, tapi kemudian dia melakukan suatu yang buruk terhadap temannya. Anda mengetahui hal itu, dan segera memintanya untuk meminta maaf pada temannya sekaligun menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah tidak baik. Anda menekankan pentingnya memperlakukan orang dengan adil – nilai esensial yang suatu hari akan membantunya menegosiasikan dunia hubungan kelompok sebaya yang rumit.

Mengatakan “Saya minta maaf” cukup mudah bagi seorang anak, dan itu akan membuatnya lolos tanpa memaksanya untuk berpikir. Namun ada baiknya Anda juga mengajarkan kepada anak untuk memikirkan cara untuk membuat kompensasi atas kesalahan yang telah dia lakukan.

Anda bisa memberi beberapa ide yang bisa dilakukan Anak Anda. Misalnya, memberikan salah satu mainannya kepada teman bermain yang mainannya dia rusak. Atau melakukan apapun yang bisa membuat teman yang tersakiti itu merasa terhibur.

Nilai # 3: Penentuan

Dorong Mereka Untuk Mengambil Tantangan. Ini sebuah ilustrasi. “Jake yang berusia lima tahun menunjukkan kepada ibunya gambar yang dibuatnya dengan krayon barunya. “Itu sangat cerah dan penuh warna” “Pekerjaan yang baik!” Puji Ibunya.” Anak itu kemudian berlari ke kamarnya dan menggambar lagi dengan penuh semangat, lalu memberikan kepada ibunya untuk mendapatkan pujian. Tak hanya pujian, Anda pun dapat mengkritiknya dengan bahasa yang mudah dipahami, lembut dan bisa membuatnya termotivasi untuk memperbaiki.

Tekad adalah nilai yang dapat Anda dorong sejak usia sangat muda. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menghindari pujian yang berlebihan dan dengan memberikan umpan balik yang jujur ​​kepada anak-anak, disampaikan dengan cara yang lembut dan suportif.

Cara ampuh lainnya untuk membantu anak-anak mengembangkan tekad adalah dengan mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak mudah dan memuji mereka atas inisiatif mereka.

Jika putra Anda pemalu, misalnya, dorong dia secara diam-diam untuk mendekati anak-anak di taman bermain, bahkan jika itu membuatnya merasa gugup dan takut. Jika putri Anda cepat marah, ajarkan strateginya (seperti menghitung sampai sepuluh atau menarik napas dalam) untuk menahan amukan.

Beri selamat kepada anak-anak ketika mereka berhasil melakukan hal-hal yang sulit bagi mereka.

Nilai # 4: Pertimbangan

Ajari Mereka untuk Memikirkan Perasaan Orang Lain. Ini sebuah ilustrasi.

“Anne frustrasi karena putrinya yang berusia 3 dan 4 tahun selalu merengek dan berkelahi setiap kali mengajak mereka berbelanja. Tidak ingin terus menerus mendapat pengalaman yang menjengkelnya, Anne pun mendapat ide untuk menanyakan kepada kedua putrinya, apa yang harus mereka lakukan agar perjalanan berbelanja menjadi menyenangkan.”

Lalu kedua putrinya itu pun memberi beberapa saran untuk dilakukan. Dan benar saja, perjalanan berbelanja pun menjadi menyenangkan. Kedua putrinya menepati janji untuk tidak merengek dan bertengkar.

Apakah latihan pemecahan masalah kecil ini benar-benar membantu seorang anak mempelajari nilai pertimbangan? Pasti. Seiring waktu, bahkan seorang anak kecil melihat bahwa kata-kata atau tindakan dapat membuat orang lain tersenyum atau merasa lebih baik, dan ketika dia baik kepada orang lain, orang itu pun akan baik padanya. Umpan balik ini mendorong tindakan pertimbangan asli lainnya.

Nilai # 5: Cinta

Bersikaplah Dermawan dengan Kasih Sayang Anda. Orangtua cenderung berpikir bahwa anak-anak secara alami mencintai dan murah hati dan sayang kepada mereka. Ini benar, tetapi agar sentimen cinta bertahan, itu perlu dibalas. Sungguh mengerikan untuk menyadari bahwa karena terlalu sibuknya Anda, sampai tidak sempat lagi mengucapkan kalimat ‘Aku menyayangimu’ kepada anak-anak.  Padahal mereka sangat memerlukan itu.

Biarkan anak Anda melihat Anda menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang dalam hidup Anda. Cium dan peluk pasangan Anda saat anak-anak ada. Bicaralah dengan anak-anak Anda tentang betapa Anda mencintai dan menghargai kakek nenek, bibi, paman, dan sepupu mereka.

Dan, tentu saja, jangan biarkan satu hari berlalu tanpa mengungkapkan kasih sayang Anda kepada mereka. Tunjukkan cinta Anda dengan cara yang tidak terduga: Kemas catatan di kotak makan siangnya. Tempelkan hati ke cermin kamar mandi agar dia bisa melihatnya saat menggosok gigi. Beri dia pelukan tanpa alasan.

Secara praktis, saya dapat menjamin bahwa semakin Anda mengatakan “Aku mencintaimu” kepada anak Anda, semakin besar pula anak Anda akan membalas “Aku mencintaimu”.

Semakin banyak pelukan dan ciuman yang Anda berikan, rumah Anda akan semakin dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Dan ketika anak-anak kita merasa bebas untuk mengungkapkan cinta mereka kepada kita, kita mungkin menanamkan nilai terbesar dalam diri mereka.***dian

 

Comments

comments