Lima Wamen Dilantik, Pengamat: Menambah Beban Negara

Acuantoday.com, Jakarta-Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik lima Wakil Menteri (Wamen), dianggap tidak tepat, karena sejauh ini tidak ada hal menonjol dari pekerjaan Wamen. 

“Bertambahnya Wakil Menteri di KIM tentu mengejutkan.  Sebab, kinerja Kementerian yang memiliki Wamen selama ini juga tidak menonjol. Salah satunya Kemenparekraf, yang menterinya di-reshuffle karena kinerjanya rendah,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamaluddin Ritonga dalam pernyataannya, Sabtu (26/12).

Dia memang mengakui ada sejumlah kementerian yang memiliki Wamen dengan kinerjanya baik, seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan.

“Memang harus diakui kinerjanya baik tapi itu lebih dominan disebabkan kehebatan menterinya, bukan wakilnya.

Ia mempertanyakan kontribusi wakil menteri untuk  meningkatkan kinerja kementerian. 

“Wakil menteri seolah bekerja dalam sepi dan minim prestasi. Saking sepinya, masyarakat tidak tahu apa yang dikerjakan wakil menteri,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, kehadiran Wamen justru menjadi beban bagi negara. Dengan fasilitas setara Menteri, keberadaan Wamen tentu memberatkan APBN. Padahal negara saat ini sedang mengalami resesi ekonomi. 

Jokowi lebih baik memilih Menteri sekelas Sri Mulyani dan Prabowo sehingga tidak diperlukan Wamen. 

Para wamen ini akan mampu mengelola para eselon 1 dan eselon 2 di kementeriannya. 

“Pekerjaan wakil menteri dapat didistribusikan ke Sekjen dan Dirjen yang ada di setiap kementerian,” tegasnya.

Mereka ini akan jauh lebih hebat dalam bekerja selama diisi oleh orang-orang yang tepat.

“Jadi, posisi wakil menteri dalam KIM idealnya ditiadakan. Tentu ini berat bagi Jokowi, mengingat posisi wakil menteri diadakan tampaknya untuk mengakomodir pihak-pihak yang berjasa mengantarkannya menjadi presiden,” sebutnya.

Namun Presiden pernah mengatakan, pada periode kedua ia sudah tidak memiliki beban. 

“Semoga Jokowi juga dapat tanpa beban meniadakan posisi Wamen,” tutupnya. (rht)

Comments

comments