LinkAja Ajak Masyarakat Berwakaf Digital

Tangkapan Layar Wali Kota Padang, Mahyeldi bersalaman dengan Presiden Jokowi pada peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Layanan Syariah LinkAja sebagai penyedia layanan keuangan elektronik berbasis syariah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan wakaf secara digital melalui fitur wakaf di aplikasinya sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, dengan dukungan teknologi terdepan, ia berharap penghimpunan dana wakaf dapat berjalan dengan lebih aman, mudah dan masif.

“Kehadiran fitur wakaf di Layanan Syariah LinkAja diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan kegiatan wakaf,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.  

Presiden Jokowi menyebut potensi wakaf uang per tahun bisa mencapai Rp188 triliun, dan berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), akumulasi wakaf uang yang terkumpul sampai tahun 2020 baru mencapai Rp819,39 miliar.

Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah terbatasnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai wakaf, khususnya wakaf uang, yang dibuktikan dengan nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional yang tergolong rendah (sebesar 50,48). 

Selain itu, BWI juga melihat bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses pengumpulan wakaf dinilai belum optimal.

Ketua Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh mengatakan digitalisasi merupakan langkah penting dalam proses wakaf. 

Menurut dia, pengguna internet yang terus meningkat serta masifnya perkembangan teknologi finansial berperan penting bagi peningkatan literasi wakaf, dan hal ini secara otomatis berdampak pada peningkatan dana wakaf.

“Kami tentu sangat mengapresiasi langkah besar LinkAja dalam menghadirkan kemudahan transaksi penuh berkah melalui Layanan Syariah LinkAja. Tidak hanya mengajak masyarakat Indonesia memperoleh keberkahan melalui beragam fitur syariah, kehadiran Layanan Syariah LinkAja juga dapat membantu pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia lewat fitur wakaf produktif,” jelasnya. (mad)

Comments

comments