LPS Minta Bank Tekan Bunga Kredit

Ilustrasi. Pegawai bank menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong perbankan menurunkan bunga kredit, menyusul tingkat bunga penjaminan yang sudah diturunkan.

LPS sendiri telah menurunkan bunga sebesar 50 basis poin untuk simpanan rupiah dan 25 basis poin simpanan valas sehingga menjadi stimulus mendongkrak permintaan kredit.

“Kami harapkan ini akan diteruskan ke dalam penurunan suku bunga kredit perbankan,” kata Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono dalam jumpa pers virtual penurunan bunga penjaminan di Jakarta, Selasa (23/11).

Untuk simpanan rupiah di bank umum menjadi bunga penjaminan simpanan menjadi 4,5 persen dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi 7 persen untuk mendorong pemulihan ekonomi serta untuk valas menjadi 1 persen yang berlaku untuk periode 25 November 2020 hingga 29 Januari 2021.

Dengan penurunan bunga penjaminan LPS diharapkan meringankan biaya perbankan sehingga keringanan itu diharapkan menurunkan bunga kredit perbankan.

Penurunan bunga kredit perbankan, kata dia, akan mendorong permintaan kredit salah satunya dari korporasi sehingga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat berjalan optimal.

Ia mengharapkan kontraksi pertumbuhan kredit yang terjadi beberapa bulan terakhir bisa membaik seiring langkah LPS, BI, OJK dan pemerintah yang bersinergi dalam PEN.

Didik optimis perbankan akan menurunkan bunga kredit karena sebelumnya Bank Indonesia juga sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen.

“Memang bank-bank sudah mulai menurunkan (bunga kredit), mungkin tidak secepat sebelumnya, tentunya akan ada penurunan apalagi dipicu penurunan BI Rate,” katanya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi kredit hingga September 2020 mencapai Rp5.531 triliun atau hanya tumbuh 0,12 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy).

Sedangkan, dibandingkan Desember 2019 (ytd), penyaluran kredit mengalami kontraksi 7,80 persen dari Rp5.617 triliun.

Di sisi lain, nasabah lebih memilih menyimpan dananya di bank, ditunjukkan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang tumbuh signifikan mencapai 12,88 persen per September 2020 (yoy). (adi)

Comments

comments