Luhut Minta Kemungkinan Lonjakan Kasus COVID -19 Pada Akhir Oktober Diantisipasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pada akhir Oktober ini.

Karenanya ia minta semua pihak untuk mengantisipasi hal itu.

“Kita perlu membuat rencana untuk mengantisipasi hal ini,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Antara, Rabu (13/10).

Sebelumnya, Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu mekankan pentingnya pengetesan dan pelacakan kasus COVID-19 sambil menunggu datangnya vaksin pada November mendatang.

“Saat ini kita tengah menyiapkan vaksin untuk COVID-19, diharapkan November 2020 sudah dapat kita terima,” katanya dalam rapat koordinasi virtual tentang targeted testing dan tracing COVID-19 di Jabodetabek dan Bali pada Selasa (13/10).

Penasehat Menko Kemaritiman Bidang Penanganan COVID, Monica Nirmala, yang hadir dalam rakor itu menuturkan, pengetesan dan pelacakan dinilai penting karena penularan COVID-19 didominasi oleh segelintir orang yang terinfeksi, yang disebut sebagai super spreaders. Sebanyak 80 persen kasus baru disebabkan oleh 20 persen orang yang terinfeksi.

“Mereka mampu menularkan virus kurang lebih dua hari sebelum timbul gejala, hingga 10 hari setelah bergejala. Oleh karena periode infeksius yang singkat ini, maka waktu dan kecepatan respons kita sangat penting untuk memutus rantai penularan. Time is of the essence (waktu adalah kunci),” jelasnya.

Bukan hanya testing dan tracing yang penting, Monica menuturkan pendampingan karantina dan isolasi turut jadi perhatian. Menurut dia, tes-lacak-isolasi adalah tiga mata rantai surveilans yang saling terkait. Deteksi dini dan pendampingan pasien menjalani isolasi serta perawatan hingga tuntas adalah kunci penanganan pandemi.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut kondisi di wilayah Bali sudah mulai membaik.

“Pertumbuhan kasus baru cenderung menurun, yakni penambahan angka pasien COVID-19 di bawah 100 kasus per hari. Tingkat kesembuhan meningkat hingga 86,37 persen. Angka meninggal pun dapat dikendalikan menjadi di bawah lima persen,” paparnya.

Untuk mendukung kemajuan itu, Koster menekankan pentingnya layanan di rumah sakit, baik dari segi tenaga kesehatan maupun fasilitas kesehatan.

Selain itu, ia mengimbau pentingnya koordinasi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) dan Kepolisian Daerah (Polda) untuk mengajak masyarakat mengikuti protokol kesehatan (Eko)

 

Comments

comments