Lurah Condongcatur dan 9 Staf Positif Covid-19, Kantor di-Lockdown

Kantor Kalurahan Condongcatur ditutup sementara setelah lurah dan 9 stafnya positif Covid-19.. (foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Lurah Condongcatur, Depok Sleman, beserta 9 pamong desa/staf terpapar Covid-19. Atas kasus positif virus Corona itu kantor kalurahan terpaksa ditutup atau “lockdown” selama 3 hari, 15-17 Februari.

Dari pemantauan di lokasi, Senin (15/2), pintu gerbang Kalurahan Condongcatur ditutup dan diberi palang serta ditempel pengumuman penutupan kantor dengan menggunakan secaril kertas. Pengumuman resmi itu ditandatangani oleh Cari Kalurahan Sugiyanto SPd pada 13 Februari 2021 bernomor 140/028.

Kebijakan penutupan kantor diambil setelah Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji dan beberapa pegawai kalurahan, di antaranya Jogoboyo, Ulu-Ulu dan penjaga kantor juga dinyatakan positif COVID-19.

“Mulai hari ini, sampai tiga hari ke depan kantor kalurahan Condongcatur ditutup. Untuk pelayanan kantor akan buka lagi, Kamis (18/1/2021),” kata Sugiyanto, Senin (15/2).

Sugiyanto mengatakan, selama penutupan akan digunakan untuk sterilisasi seluruh ruangan dan tracing bagi yang kontak erat. Selain itu seluruh pamong diswab PCR. Swab PCR dilakukan di Puskesmas Depok 2.

“Kami berharap instansi lain yang kegiatannya memanfaatkan lingkungan perkantoran Condongcatur, menyesusikan dengan kondisi dan situasi ini,” harapnya.

Lurah Condongcarur, Depok, Sleman, Reno Candra Sangaji membenarkan dirinya kena Covid-19 tetapi belum mengetahui terpapar darimana. Ia diketahui Covid-19 diawali demam tinggi, Senin (8/2). Kemudian periksa ke RS Bethesda dan menjalani swab antigen hasilnya positif.

Dilanjutkan swab PCR, hasilnya keluar Kamis (11/2) positif terkena COVID-19 . “Karena positif langsung melapor ke Puskesmas dan mengambil langkah menutup layanan kalurahan selama tiga hari Senin-Rabu (15-17/2/2021),” katanya.

Reno mengaku karena tanpa gejala ia tidak dirawat dirumah sakit, melainkan isolasi mandiri di rumahnya dan dipantau tim medis dari Puskesmas. “Karena OTG saya isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Reno pun berharap masyarakat Condongcarur dan semua komponen bersama-sama dalam melawan Covid-19, termasuk mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari berkerumum dan mengurangi mobilitas. (Chaidir)

Comments

comments