Macron Didesak Minta Maaf, DPR Ancam Kaji Ulang Pembelian Jet Tempur

Dokumentasi - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron (tengah) menunggu para tamu sebelum upacara di Elysee Palace untuk merayakan penetapan Kota Paris sebagai penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2024, di Prancis, Jumat (15/9/2017). (ANTARA/REUTERS/Charles Platiau)

Acuantoday.com, Jakarta- Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macrom yang mengatakan ‘Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia’ menuai kritik tajam dari seluruh negara Islam.

Mereka menganggap pernyataan Macron berbau Islamfobia, yang terkait seorang Guru dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW di kelasnya.

“Artinya Macron mendukung atas penerbitan kartun Nabi Muhammad. Padahal dalam Islam, tokoh Nabi tidak boleh digambarkan seperti manusia, karena hal itu adalah bentuk penghinaan,” kata Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Iqbal dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Dikatakan Iqbal, partai berlambang Ka’bah itu tidak setuju dengan cara main hakim sendiri yang dipraktikkan kepada seorang guru di Prancis yang kepalanya dipenggal. Namun, Pemerintah Perancis seharusnya juga memberikan hukuman kepada siapapun penghina Nabi Muhammad SAW, agar Kedepannya tidak ada lagi penghinaan terhadap Nabi dan simbol-simbol Islam atau agama lainnya.

“Agar toleransi beragama dapat tercipta dengan baik, dan saling menghargai antar-umat beragama,” ucapnya.

Menurut Iqbal, pernyataan Macron sangat berbahaya karena turut menyebarkan kebencian di antara masyarakat dunia.

Prancis sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Macron harusnya memberikan pernyataan yang menyejukkan untuk menciptakan perdamaian antar-negara. Bukan malah membuat perpecahan dan bahkan konflik antar-negara seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam dan menjaga toleransi beragama serta perdamaian dunia, PPP meminta Kemenlu RI untuk mengajukan protes keras terhadap pernyataan Presiden Prancis Emannuel Macron.

Apalagi Indonesia juga merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang mestinya juga mengimbau negara-negara agar menjaga perdamaian dunia.

“Kami juga mengusulkan pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali berbagai bentuk kerjasama dengan Prancis, termasuk rencana pembelian jet tempur rafale,” tegasnya.

“Sampai Presiden Prancis Emannuel Macron menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya dan menghentikan penghinaan simbol Islam seperti pembuatan karikatur Nabi Muhammad,” tutup Iqbal. (rht)

Comments

comments