Makanan Sehat dan Enak di Resto jeJamuran

Anake jamur di Resto jeJamuran---foto dian

Acuantoday.com— Jika ke Jogja jangan lupa mampir ke resto ‘jeJamuran’ yang terletak di Jl Magelang KM 11 No 53, Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Sleman. Resto ini salah satu yang paling direkomendasikan oleh situs-situs perjalanan  jika Anda berlibur ke Jogja.

Sesuai namanya, resto yang -dulu- sebelum pandemi Covid 19 selalu ramai pengunjung, menyediakan aneka masakan yang terbuat dari jamur. Ada sate, tongseng, gulai, juga gulai jamur, rendang jamur serta jamur goreng. Bagi yang suka makanan pedas, ada beberapa menu di antaranya   jamur bakar pedas. Sebenarnya, kalau boleh dibilang, hampir semua menu-menu yang disajikan enak, tinggal memilih sesuai selera.

Resto jeJamuran–foto dian

“Rendang jamurnya enak banget lho, tekstur jamurnya terasa berbumbu rendang. Yummy. Gulai jamur juga tak kalah enaknya, terutama kuahnya,” ungkap Sri yang pernah mencicipi kelezatan hidangan di Resto jeJamuran

Selain ‘makanan berat’ ada juga berbagai camilan dan minuman unik yang bisa dicicipi. Seperti lumpia jamur, resoles jamur, dll. Untuk minuman, cobalah kesegaran wedang jejamuran, ice mint tea, es carica, dll.

Menurut Ayuk, staf jeJamuran, awalnya jeJamuran adalah kedai angkringan  biasa yang dibangun oleh ahli jamur Ratidjo Hardjo Soewarno pada tahun 1990-an. Kebetulan istri Ratidjo, pandai memasak. Maka karena Ratidjo yang telah mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memilih  bergelut menjadi petani jamur,  mulai merinis bisnis kuliner kecil-kecilan.

Aneka masakan di jeJamuran–foto dian

Selain memiliki kedai angkringan sederhana, Ratidjop dan istrinya juga memasarkan makanan serba jamur itu door to door, termasuk juga ke kantor-kantor. Tak di sangka, banyak yang menyukainya. Padahal pada masa itu makanan jamur belum terlalu memasyarakat.

Bisnis kuliner jamur terus meningkat, kebutuhan pasokan jamur ikut meningkat. Ratidjo pun mengajak para petani jamur di Sleman untuk bekerja sama menjadi pemasok produk kulinernya. Ratidjo sendiri sudah menekuni budidaya jamur sejak tahun 1968. Itu karena perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan jamur. Kemudian setelah keluar dari tempat kerjanya, ia pun memulai bisnis pembudidayaan jamur sendiri.

Setelah dirasakan siap, warung angkringan pun diubahnya menjadi resto dengan nama ‘jeJamuran’ yang artinya menyediakan makanan serba jamur. Bukan hanya itu, ia juga melengkapi dengan membangun agrowisata jamur. “Kalau mau eksplor lebih jauh tentang jamur, kita ada kok agrowisatanya, ada paket-paketnya juga untuk budidaya, cooking class, kewirausahaan, dll,” tambah Ayuk. ***dian

 

Comments

comments