Malam Tahun Baru, Pemkot Yogya Waspadai Tiga Titik Rawan Kerumuman

Kawasan Malioboro, salah satu destinasi wisata favorite di Yogyakarta. Kawasan yang masuk zona rawan ini diperkirakan akan dipadati wisatawan mancanegara, wisatawan domestik serta masyarakat setempat di malam pergantian tahun baru 2020 ke 2021.(Chaidir)

Acuantoday.com Yogyakarta- Tiga titik rawan yang biasa terjadi kerumunan ribuan wisatawan setiap malam Tahun Baru menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Zona rawan yang dikhawatirkan pada masa Pandemi Covid yaitu simpang Tugu Yogya, Malioboro, dan Kawasan Titik Nol. Tiga zona inilah yang dibatasi jumlah wisatawan atau pengunjungnya agar tidak berdampak pada peningkatan jumlah orang yang terkena Covid.

Sementara itu, Komunitas Kawasan Malioboro sudah berancang-ancang menyambut liburan Natal dan Tahun Baru. Apalagi, liburan akhir tahun kali ini sangat berbeda dengan datangnya pandemi Covid 19.

Maryano, Ketua Kelompok 37 yang berdagang di ujung Selatan Malioboro, menyatakan kesiapan Komunitas Kawasan Malioboro menyambut liburan akhir tahun dengan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan. Bukan hanya itu, Komunitas akan mensterilkan peralatan dagang, sebelum dan sesudah berjualan. Komunitas juga secara rutin 3 hari sekali melakukan penyemprotan disenfektan di lingkungan berdagang.

“Tujuannya agar pedagang dan pengunjung merasa aman dan nyaman saat berada di Malioboro,” ujar Maryono, Senin (14/12/2021).

Kawasan Tugu Titik Nol Yogyakarta yang juga menjadi salah satu destinasi wisata favorite di Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta memasukan kawasan ini sebagai kawasan zona rawan kerumunan COVID-19. (Chaidir)

Sementara itu, berkaitan dengan penanganan sampah, Komunitas telah memberi masukan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi sejak dini. Terutama, berkaitan tempat pembuangan sampah sementara. Komunitas akan membantu penanganan sampah, khusus pada malam Tahun Baru. Komunitas bersama relawan dan tentu saja Pemerintah, akan sama-sama menangani sampah pada malam tersebut. Harapannya, sebelum subuh, kawasan Malioboro sudah bebas dari sampah.

Sedangkan Pemkot Yogyakarta mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi libur Natal dan tahun Baru. Dipastikan puluhan ribu wisatawan bakal menyerbu Yogyakarta untuk berlibur pada penghujung tahun tersebut. Berbagai persiapan kini dilakukan, mulai dari penataan sarana serta prasarana hingga regulasi yang akan diterapkan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita rapat dengan lintas sektor. Ada dari Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan yang intinya memang kita menyiapkan dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tidak ada event yang menimbulkan kerumunan, sehingga pada Tahun Baru orang yang datang memang menikmati suasana Yogyakarta,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.

Heroe memetakan ada enam titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat saat momentum malam pergantian tahun. Dari enam lokasi tersebit tiga di antaranya yang mendapat perhatian khusus yakni simpang Tugu Yogyakarta, kawasan Malioboro dan perempatan Titik Nol Kilometer.

“Kita memang tidak bisa membuat orang untuk tidak datang ke Malioboro, kita akan batasi ke Malioboro. Tiap zona kita batasi jumlahnya, sehingga harapan kami malam Tahun Baru perayaannya tetap dengan protokol Covid-19,” tegas Heroe Poerwadi yang juga sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid19 Kota Yogyakarta ini.

Heroe Poerwadi memastikan tak akan ada event yang berlangsung di luar ruangan saat malam Tahun Baru. Pelaksanan kegiatan seluruhnya diarahkan di dalam ruangan, di antaranya dilaksanakan di holet-hotel. Itu pun jumlahnya terbatas dan dengan pengawasan ketat.

Terkait keramaian di jalanan Kota Yogyakarta saat musim liburan, pemkot melalui Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian untuk melakukan pengaturan arus kendaraan maupun rekayasa lalu-lintas. Kantong-kantong parkir juga dipersiapkan dengan matang, terutama untuk kawasan Jalan Jenderal Sudirman maupun Tugu Yogyakarta yang kini tampil dengan wajah barunya.

“Yang di luar sudah kita upayakan terbatas, kalaupun ada even kita batasi dengan prasyarat-prasyarat protokol yang ketat. Kita upayakan semuanya tidak ada event yang memancing orang untuk datang ke sana,” tandasnya. (Chaidir)

Comments

comments