Maman Imanulhaq Dorong Satgas Tinombala Berantas Kelompok Ali Kalora

Maman Imanul Haq. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua Umum Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), Maman Imanul Haq mengaku terhenyak, menyaksikan kebiadaban orang-orang tidak bertanggung jawab, membunuh satu keluarga di Desa Lembatongoa, Sigi, Sulawesi Tengah.

“KITA mendukung Satuan Tugas Operasi Tinombala yang operasinya diperpanjang hingga 31 Desember 2020, untuk menumpas hingga ke akar-akarnya MIT yang kini beralih kepemimpinanya ke Ali Kalora pasca kematian Santoso,” ucap Maman Imanulhaq dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (29/11).

Aksi terorisme brutal tersbeut dinilai merupakan kejahatan kemanusiaan yang menciderai persatuan dan kesatuan bangsa.

Tak hanya itu, kata dia, kelompok yang diduga berjumlah 10 orang itu juga membakar rumah ibadah Bala Keselamatan dan enam rumah lainnya. “Kejadian mengerikan itu melukai rasa kemanusiaan, mengganggu kewarasan publik, karena dipertontonkan dengan aksi yang brutal yang tak terbayangkan,” imbuh Anggota Komisi VIII DPR ini.

Politisi dari Partai Kebangkitan bangsa (PKB) ini berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus ini dan menghukum pelakunya dengan hukuman seberat-beratnya.

“Tangkap dan hukum seberat-beratnya para pelaku kejahatan kemanusiaan atas dasar apapun, dari kelompok manapun. Bila kejadian ini tidak terselesaikan di mata hukum, KITA menilai akan ada lagi kejadian-kejadian serupa karena upaya penegakan hukum tidak tuntas,” kata Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat IX meliputi Majalengka, Subang, dan Sumedang ini.

Ia melanjutkan, dari analisa yang dilakukan oleh KITA, melihat dari lokasi kejadian perkara dan sejumlah faktor-faktor lain, aksi brutal itu diduga dilakukan oleh sisa-sisa kelompok Santoso, Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yang masih berkeliaran.

“KITA mendukung Satuan Tugas Operasi Tinombala yang operasinya diperpanjang hingga 31 Desember 2020, untuk menumpas hingga ke akar-akarnya MIT yang kini beralih kepemimpinanya ke ALI Kolara pasca kematian Santoso, katanya.

Selain itu, KITA mendorong aparat keamanan TNI, Polri, BIN untuk tidak lengah dalam upayanya memberantas sel-sel teroris yang masih berkeliaran. Upaya itu mencegah pencegahan kejadian-kejadian serupa karena dapat mengurangi ruang gerak sel-sel teroris.

“KITA mendorong segenap kekuatan bangsa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk turut serta menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Menjaga toleransi antar umat beragama. Memberikan edukasi kepada publik mengenai nilai-nilai kesatuan, keharmonisan sebagai sesama anak bangsa, yang terlahir dari rahim yang sama, Ibu Pertiwi,” tegasnya. (har)

Comments

comments