Mangkir Jalani Proses Hukum, Polisi Ancam Tangkap Rizieq

Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait acara pernikahan putrinya pada medio November lalu. Acara itu diduga menyebabkan kerumunan massa./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi akan menangkap Rizieq Shihab dan lima tersangka lain, jika tidak mau menjalani proses hukum, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi meningkatkan status dari saksi menjadi tersangka Rizieq dan lima lainnya, dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan hingga menimbulkan kerumuman pada acara pernikahan putri Pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu, pertengahan November lalu.

“Polri akan menggunakan kewenangan upaya paksa, yang dimiliki oleh Polri, sesuai aturan perundang-undangan. Ada dua upaya paksanya, dengan pemanggilan atau dilakukan dengan penangkapan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12). 

Pernyataan tegas polisi disampaikan karena selama ini Rizieq selalu mangkir dalam pemeriksaan kasus, tanpa alasan jelas. 

Panggilan pertama yang dilayangkan polisi pada Selasa (1/12) lalu tdak digubris. Panggilan kedua yang diagendakan enam hari berselang, juga diabaikan.

Alasan mangkir dari dua kali pemeriksaan pun sama, karena kondisi kesehatan Rizieq yang tak memungkinkan berjam-jam meladeni pertanyaan penyidik. 

Selain Rizieq, perlakuan tegas juga berlaku bagi lima tersangka lain. Mereka adalah HU selaku ketua panitia, A (sekretaris panitia), MS (penanggung jawab bidang keamanan acara), SL (penanggung jawab acara), dan HI (kepala seksi acara). 

Jeratan hukum yang menanti tersangka berbeda satu sama lain. Khusus untuk Rizieq, disangkakan pasal berlapis: Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 160 serta Pasal 216 KUHP. Sementara lima tersangka lain hanya dijerat pasal pertama.

Pangkal kasus ini bermula dari acara pernikahan putri ke-4 Rizieq bernama Najwa Shihab. Protokol kesehatan Covid-19 dianggap polisi dilanggar dalam hajat yang berlangsung pada medio November lalu di Petamburan, Jakarta Pusat itu. 

Satgas Covid-19 nasional mengklaim adanya klaster baru penularan virus corona dari acara tersebut. Di awal, tercatat sebanyak 50 kasus positif baru muncul dari klaster itu. (rwo)

Comments

comments