Mangkir Lagi, Rizieq Beralasan Kesehatan

Kuasa hukum Rizieq Shihab sebut pentolan FPI itu tak bisa penuhi panggilan polisi karena alasan kesehatan dan acara keluarga. Foto: Acuantoday.com/Rohman Wibowo

Acuantoday.com, Jakarta- Rizieq Shihab kembali mangkir dari pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan, yang semestinya ia hadiri pada Senin (7/12) pukul 10 pagi tadi. Begitu pun dengan menantunya, Hanif Alatas yang juga mangkir untuk perkara sama.

Sebagaimana panggilan pertama, alasan mangkir karena urusan kesehatan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu masih dalam pemulihan pasca mendapat perawatan di Rumah Sakit Ummi Bogor pada akhir November lalu.

“Kondisinya (Rizieq) kelelahan sehingga membutuhkan istirahat. Artinya kalau untuk diperiksa berjam-jam memberikan keterangan itu belum sanggup dirasa,” kata Aziz Yanuar, selaku kuasa hukum Rizieq usai menghadap penyidik di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Selain karena alasan kesehatan, Aziz juga mengatakan Rizieq tak penuhi panggilan polisi lantaran memiliki agenda keluarga yang tak bisa ditinggal.

Soal alasan yang disampaikan, polisi diakuinya menerima. “Alhamdulillah tadi penyidik melalui kepala timnya mengerti dan kami sudah dapat surat terimanya,” ujar Aziz.

Ia tak membeberkan apa polisi bakal mengagendakan lagi jadwal pemeriksaan. Tapi yang jelas berdasar KUHAP, polisi berwenang untuk menjemput paksa Rizieq saat pemanggilan ketiga.

Merespons polisi bakal ambil opsi jemput paksa, Aziz mengaku tidak ambil pusing.

“Menjadi wewenang mereka (penyidik), akan tetapi di sini kami tetap berkoordinasi baik dengan pihak kepolisian terkait pemeriksaan Habib Rizieq dan habib Hanif,” tutur dia.

Rizieq diminta keterangannya oleh polisi terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan putrinya dan Maulid Nabi Muhammad SAW pada medio November lalu.

Polisi ingin mengetahui keterlibatan Rizieq dalam pidana yang terjadi dalam dua acara tersebut, sebagaimana sangkaan pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 160 serta Pasal 216 KUHP. (rwo)

Comments

comments