Mangkir, Pejabat Kejagung Tersangka Kebakaran Tak Beri Keterangan

Ilustrasi - Penetapan Tersangka kebakaran. Kabareskrim menetapkan delapan tersangka atas kasus kebakaran gedung utama kejaksaan agung (kejagung)./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Dari delapan tersangka kebakaran gedung Kejaksaan Agung, yang diagendakan pemeriksaan Selasa (27/10), terdapat satu orang yang mangkir. Ia adalah pejabat eselon IV Kejagung berinisial NH.

“Satu orang atas nama NH dari PPK Kejaksaan Agung tidak bisa hadir. Tadi pengacaranya datang, penyidik menyampaikan bahwasannya yang bersangkutan sedang sakit,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Selasa.

Namun, Awi mengatakan, alasan sakit yang membuat pejabat pembuatan komitmen di Kejagung itu mangkir dari pemeriksaan polisi, ternyata tidak bisa dibuktikan dengan surat dokter.

“Ditanya penyidik surat keterangan dokter, namun yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan NH. Namun, bila yang bersangkutan mangkir hingga dua kali berturut-turut, maka polisi akan panggil paksa.

Dari hasil penyidikan, NH ditetapkan jadi tersangka, karena diduga mengizinkan pemakaian cairan pembersih ilegal merek Top Cleaner, yang mengandung zat mudah terbakar. Direktur APM atas inisial R pun, selaku produsen cairan pembersih tersebut dijadikan tersangka.

Pasalnya, dari cairan pembersih itu, awal kobaran api di lantai 6 ruang Biro Kepegawaian bisa begitu cepat menjalar ke seluruh bagian gedung

Penyidik juga menyebut, penggunaan cairan pembersih ilegal sudah digunakan sejak dua tahun belakangan. Karenanya, kapasitas NH diperiksa sebagai tersangka untuk mengetahui apa motif mengizinkan beredarnya barang ilegal hingga menyebabkan kebakaran pada 22 Agustus lalu.(rwo)

Comments

comments