Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Jalannya sidang tuntutan kasus korupsi Jiwasraya di PN Jakpus. Satu dari tiga terdakwa dituntut penjara seumur hidup. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Hukuman berat diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (AJS) dalam sidang tuntutan secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Sidang yang tidak dihadiri terdakwa secara fisik mengadili tiga terdakwa yaitu mantan Direktur Utama PT AJS Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT AJS Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS Syahmirwan.

Tuntutan paling berat kepada mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dengan pidana penjara seumur hidup.

“Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Hary Prasetyo selama seumur hidup,” ucap JPU Petrus saat membacakan amar tuntutan.

Selain hukuman badan, Jaksa juga menuntut Hary hukuman denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Ia disangkakan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jaksa menilai perbuatan Hary tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme(KKN). Selain itu perbuatanya juga dinilai Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) yang berdampak pada kesulitan banyaknya nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

Tuntutan lebih ringan justru diberikan kepada mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim. Ia dituntut pidana 20 tahun penjara.

“Menuntut, supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hendrisman Rahim dengan pidana penjara selama 20 tahun,” kata JPU Erianto.

Hendrisman dijerat Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain hukuman badan, Jaksa juga menuntut Hendrisman hukuman denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Sedangkan untuk mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS Syahmirwan dituntut dengan 18 tahun bui dan pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa menilai ketiganya secara bersama-sama melakukan persengkokolan yang merugikan keuangan milik negara itu.

Para terdakwa sebelumnya didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp16,8 Triliun berdasar laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menyikapi tuntutan berat ini, masing-masing kuasa hukum terdakwa memastikan melayangkan pledoi atau pembelaan, yang diagendakan pada 29 September mendatang.(rwo/har)

Comments

comments