Mantan Pelatih Timnas Alfred Riedl Berpulang

Mantan Pelatih Timnas Sepakbola Indonesia Alfred Riedl/ Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Alfred Riedl, mantan pelatih timnas Indonesia dikabarkan tutup usia pada Senin (7/9/2020) di Austria atau Selasa (8/9/2020) dalam usia 70 tahun.

Sejak kiprah Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia ikut dalam debut laga internasional, tercatat ada 40 pelatih dari mancanegara yang dipercaya memoles Timnas. Namun dari jumlah itu, hanya Alfred Riedl yang namanya selalu diingat masyarakat Indonesia.

Dalam satu dekade terakhir, Alfred Riedl lekat dengan Timnas Indonesia. Selama tiga edisi Piala AFF, yaitu 2010, 2014, dan 2016, Tim Garuda berada di bawah asuhannya. Timnas Indonesia pun dua kali mencapai final pada 2010 dan 2016. Sayang Tim Garuda kalah dari Malaysia pada 2010 dan Thailand pada 2016.

Riedl hanya berhasil mempersembahkan Indonesia dua kali menjadi runner-up di Piala AFF. Selain di Timnas, Riedl juga dipercaya menangani Tim Garuda.

Riedl mulai mengenal sepak boal tanah air pada 2010. Ketika itu, ia mengungkapkan alasannya menerima pinangan PSSI untuk memoles Timnas Indonesia karena rasa penasarannya sejak menangani Timnas Laos di SEA Games 2009.

Hal itu karena kondisi geografis Indonesia yang membuat komposisi Timnas Indonesia dinilai paling sulit oleh sejumlah pemain sebelumnya karena pemain Timnas Indonesia berasal dari berbagai daerah dengan kultur dan karakter yang berbeda.

“Di Indonesia saya merasa sulit membentuk tim nasional yang kuat. Negara ini besar dan banyak perbedaan di masyarakat. Saya mengalami kendala ketika memanggil pemain dari Papua. Mereka harus menempuh perjalanan mungkin bisa sampai satu hari berikutnya,” ungkap Riedl.

Setelah tiga periode menangani Timnas Indonesia, Riedl perlahan mulai memahami karakter pemain yang berasal dari berbagai suku antara lain Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Maluku hingga Papua. Ia juga belajar memahami perbedaan agama di kalangan pemain, ofisial, hingga suporter.

“Salah satu yang membuat saya bersyukur adalah bisa mengenal masyakarat negara ini lewat Timnas Indonesia yang punya latar belakang berbeda, dari agama maupun ras. Ini membuat saya merasa sudah mengenal semua orang di dunia,” ucap Riedl yang juga pernah mengarsiteki Timnas Vietnam dan Laos.

Pada debut pertamnya di Piala AFF 2010, tangan dingin Riedl mendapat acungan jempol, karena membuat Tim Garuda Indonesia yang dipimpin Bambang Pamungkas (kapten), Firman Utina (wakil kapten) dan pemain lainnya berhasil masuk final meski dipuncak pertandingan ditekuk Malaysia.

Kepiawaian Alfred Riedl dalam membangun sebuah timnas yang kuat, bagi sebagian kalangan salah satu faktornya karena kedisiplinan yang diterapkannya kepada para pemain Tim Garuda sehingga mampu membentuk bermacam karakter pemain menjadi sebuah karakter ttim yang kuat dan solid.

Selama perjalanan karirnya di Indonesia, Riedl pernah mengalami ketidaknyamanan sebagai imbas dari kisruh di dalam tubuh PSSI. Pergantian struktur kepengurusan pusat PSSI berimbas kepada nasib Riedl yang dipecat sebagai pelatih Timnas. Posisi Riedl digeser pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen.

Tak lama, Riedl dipercaya kembali menjadi pelatih pada 2013, saat kisruh dualisme kepengurusan PSSI mulai membaik. Riedl kemudian harus memutus kerja sama dengan Timnas Indonesia karena FIFA memberikan skorsing kepada PSSI yang berdampak terhadap kiprah Timnas Indonesia yang tidak boleh tampil di level internasional.

Pada Mei 2016, pasca pencabutan skorsing FIFA untuk Indonesia, kembali dipercaya membangun tim yang diproyeksikan menuju Piala AFF 2016. Pemusatan latihan digeber saat itu dan dilakukan di beberapa tempat, seperti Solo dan Tangerang.

Meski persiapannya mepet, Riedl mampu mengawal skuad Indonesia hingga final Piala AFF 2016 meskipun di final kalah dari Thailnad.

Bagi Riedl, membangun sebuah tim yang kuat harus memperhatikan segala aspek, bukan hanya para pemain tetapi juga staf, official dan supporter. Karena di mata dia, semua pihak yang membantu, mendukung dan memberi semangat bagi Timnas adalah keluarga.

“Sudah dua pertandingan saya merasakan euforia suporter luar biasa seperti pada lima tahun lalu. Timnas Indonesia memiliki banyak rumah di seluruh negara ini,” ungkap Riedl menyikapi dukungan para supporter yang dianggapnya sebagai bagian dari keluarganya.

Selamat Jalan Alfred Riedl…

Comments

comments