Masa Kedaluwarsa Vaksin Mei, DIY Percepat Vaksinasi Covid-19

Vaksin Covid-19 yang masa kedaluarsanya sampai Mei 2021 harus segera dihabiskan.

Acuantoday.com, Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa (DIY) mempercepat pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 tahap dan diharapkan Maret atau April ini sudah selesai. Hal ini terkait masa kedaluwarsa vaksin akan berakhir pada Mei 2021.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, Pemda DIY terus mengebut program vaksinasi Covid-19. Dari target 662.799 penerima, hingga Minggu (14/3/2021) sudah ada 103.157 orang yang disuntik vaksin.

Berty menjelaskan 103.157 itu meliputi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sebanyak 43.134; pelayan publik, 54.381; dan warga berusia lanjut 5.643.
Dari tiga kalangan itu, baru SDMK sudah sesuai target. Vaksinasi bagi SDMK juga sudah kelar sejak awal Maret 2021.

“Sasaran awalnya kan 33.799, tapi munculnya kebijakan baru seperti diperbolehkannya orang dengan komorbid, dan tenaga kesehatan (nakes) yang lansia, jadinya bisa melebihi sasaran, sampai 43.000-an,” kata Berty Murtiningsih kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Vaksin Covid-19 yang masa kedaluarsanya sampai Mei 2021 harus segera dihabiskan.

Dikemukakan, tahap kedua vaksinasi yang menyasar pelayan publik dan warga berusia lanjut di DIY masih berjalan dengan total sasarannya 629.000 orang, terdiri dari 334.000 pelayan publik dan 295.000 lansia.

“Harapan kami, Juni sudah bisa beralih ke tahap berikutnya, sehingga Mei vaksinasi sudah harus selesai,” kata Berty.

Berty mengatakan vaksinasi Covid-19 di DIY berjalan cukup lancar. Meski demikian ia tak menampik adanya kendala yang menghadang, salah satunya terkait durasi vaksinasi yang terlampau lama sehingga menimbulkan antrean panjang.

“Di meja screening kadang-kadang masalahnya di sisi waktu, yang menyebabkan antrenya panjang,” ujarnya.

Laporan mengenai efek samping vaksin atau biasa disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) selama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di DIY juga tergolong sedikit. Kalaupun ada kebanyakan adalah KIPI ringan seperti letih, mengantuk, ruam di lokasi bekas suntikan, pusing hingga demam.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul juga mempercepat vaksinasi tahap dua di bulan Maret karena masa kedaluwarsa vaksin yang diterima Pemkab Bantul akan berakhir pada Mei 2021.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho menerangkan, hingga kini masih ada sekitar 12.000 dosis yang disimpan Dinkes Bantul.

“Masih ada sekitar 12.000 dosis yang disimpan, dan akan kami segera habiskan untuk 6.642 orang, mengingat masa kedaluwarsanya Mei mendatang,” kata Abednego kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya baru mendapat surat dari Biofarma, yang merevisi atau memperpendek masa kedaluwarsa vaksin. Abednego mengatakan bahwa vaksin yang diterima oleh Bantul berlaku hingga Mei.

“Jadi kami habiskan di Maret dan April ini,” ujar Abednego.

Ia melanjutkan, sebanyak 12.000 dosis akan disasar kelima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mendapatkan jatah vaksin serta pamong desa dan juga guru-guru.

“Kami targetkan ke lima OPD yang belum terdaftar, termasuk guru-guru. Untuk guru kami sasar dari SD dahulu, tetapi sampai sejauh ini belum semua guru SD mendaftar,” terang dia.

Ia melanjutkan bahwa vaksinasi untuk guru akan dimulai pekan ini. Kendati demikian, Abednego belum bisa memastikan berapa jumlah guru yang akan divaksin.

Abednego mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu vaksin tambahan dari pusat yang dikirim ke provinsi. Hingga kini belum ada tambahan vaksin Sinovac yang diperuntukkan bagi pelayan publik atau di tahap dua ini.

“Sampai sekarang vaksin yang baru belum ada. Namun, vaksin yang tersisa [12.000 dosis] akan kami habiskan dahulu. Jika sudah dapat yang baru, kami lanjutkan ke sisa pelayan publik, baik TNI-Polri,” kata Abednego. (Chaidir)

Comments

comments