Massa Aksi Diajak Bersatu Runtuhkan Sistem Kapitalisme

Ketua YLBHI Asfinawati ikut berorasi dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Sumpah Pemuda di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (28/10)./Foto : Rohman (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta– Aksi demo penolakan Undang-undang Cipta Kerja di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, masih berlangsung.

Massa aksi gabungan yang meliputi mahasiswa dan gabungan buruh yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK) justru masih terus berdatangan hingga pukul 18.30.

Dari pantauan Acuantoday.com di lokasi melaporkan, setiap orator dari perwakilan mahasiswa dan buruh bergantian menyampaikan aspirasinya. Mereka satu narasi: menuntut presiden untuk mencabut UU Ciptaker lewat Perppu.

Tak hanya itu, Ketua YLBHI Asfinawati turut turun berorasi. Mengawali orasinya pekik disuarakan Asfinawati “Hidup rakyat Indonesia!”.

Dalam orasinya Asfinawati menyerukan massa buruh dan mahasiswa untuk menghayati makna gerakan Sumpah Pemuda. Ia mengajak mahasiswa tetap tetap teguh dalam upayanya menolak UU Ciptaker, sebagaimana keteguhan sejumlah pemuda seluruh Nusantara, yang mendeklarasikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 silam.

“Mereka mau berjuang melawan penjajahan. Karena mereka tahu penindasan adalah hal tidak berprikemanusiaan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah dikukung sistem kapitalisme. Sebab itu, pemuda menggunakan intelegensianya untuk bersatu mengubah sistem dengan memobilisasi kekuatan hingga, tercetuslah Sumpah Pemuda.

“Hari ini adalah hari mahasiswa untuk bantu pembangkangan sipil melawan sistem yang menindas,” katanya.

Dalam aksi kali ini juga, turut hadir vokalis grup musik Efek Rumah Kaca, Cholil. Ia menyumbang dua lagu untuk membakar semangat massa.

“Aku sering diancam. Juga teror mencekam. Kerap ku disingkirkan. Sampai dimana kapan,” Cholil berdendang lagu ‘Di Udara’.(rwo)

Comments

comments