Megaproyek Hambalang Mau Dilanjutkan, Syaratnya Libatkan KPK dan BPK

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kiri), Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kedua kiri) serta Staf Khusus Presiden Johan Budi (kanan) meninjau lokasi Proyek Wisma Atlet di Bukit Hambalang, Kab.Bogor Jawa Barat, Jumat (18/3/2020). (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Rencana Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan mega proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat (Jabar) tidak dipersoalkan DPR RI, asalkan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilibatkan.

“Beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama bahwa dalam pengawasan harus ketat terhadap penggunan anggaran, dan melibakan BPK atau KPK sebagai auditor dan pencegahan korupsi uang negara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa’aduddin kepada wartawan, Selasa (16/3).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, Pemerintah terlebih dulu memastikan uji kelayakan bangunan di lokasi tersebut masih bagus, hingga aset-aset tersebut masih bisa dipergunakan.

“Pemerintahn harus memastikan seberapa besar aset di bukit Hambalang yang masih bisa dipergunakan, dan harus di uji kelayakan bangunannya,” ucapnya.

Selain itu, kata Illiza, pertimbangan kondisi geologi di Bukit Hambakang juga menjadi perhatian Pemerintah. “Proyek pembangunan ini dapat dilanjutkan dengan memperhatikan rancangan pembangunan dengan mempertimbangkan kondisi geologi Bukit Hambalang,” jelasnya.

“Pemerintah juga harus bisa memastikan uji teknis terkait keberadaan proyek tersebut,” tutupnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo alias Jokowi sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali megaproyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang yang sudah bertahun-tahun mangkrak. (rht)

Comments

comments