Meluas, Banjir di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan

Aparat TNI dan Polri dengan bantuan sukarelawan membantu mengevakuasi warga dari daerah-daerah yang terendam banjir. Banjir meliputi daerah di Sarigading di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1)./Foto:Antara/Fathurrahman

Acuantoday.com-  Banjir yang melanda  Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan,  semakin meluas, Jumat (25/1). Warga mulai meninggalkan rumah, mengungsi  ke tempat yang aman.

Jalan-jalan di area perkotaan dan perdesaan di Hulu Sungai Tengah tergenang.

Banjir juga menggenangi kawasan pusat perbelanjaan, membuat pasar-pasar dan pertokoan harus ditutup. Perkantoran, bank, dan sekolah juga semuanya ditutup akibat banjir.

Warga yang rumahnya kebanjiran sebagian mengungsi ke masjid atau tempat lain yang lebih aman.

Warga di Kecamatan Barabai, daerah pusat pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengungsikan seluruh  keluarganya ke masjid.

Banjir dengan cepat menggenangi  rumah, sehingga  mereka tak sempat membawa bekal ke pengungsian.

“Hanya baju di badan dan mobil yang bisa kami bawa bersama keluarga,” kata salah seorang korban banjir.

Banjir juga menyebabkan listrik padam dan jaringan telekomunikasi terganggu. Kondisi yang demikian membuat warga Hulu Sungai Tengah yang berada di luar daerah tidak bisa menghubungi kerabat dan keluarga mereka yang terdampak banjir.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Pandawan. Genangan air di Desa Jaranih dan Masiraan di Pandawan mencapai dua meter lebih. Rumah-rumah warga terendam hingga atap.

Wilayah Kecamatan Labuan Amas Utara juga tidak luput dari banjir. Daerah Walangku, Kasarangan Samhurang, hingga Tabat kebanjiran luapan air sungai. Sebagian wilayah Kecamatan Haruyan juga kebanjiran.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah mendirikan dapur umum di halaman Gedung Juang Barabai dan lokasi-lokasi pengungsian. Warga juga bergotong royong membuka dapur umum untuk membantu para pengungsi. (Dirta/Antara)

Comments

comments