Mendag Targetkan Ekspor Tumbuh 6,3 Persen

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat menggelar konferensi pers secara virtual, Jumat./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menargetkan ekspor tumbuh 6,3 persen pada 2021. Upaya ini sejalan dengan proyeksi IMF pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh 5,2 persen.

Dalam prediksinya IMF menyebut volume perdagangan diperkirakan tumbuh sebesar 8,31 persen.

Indonesia, kata dia, juga diprediksi akan tumbuh sekitar 4,4 persen hingga 6,1 persen. 

“Saya bisa menargetkan untuk Kementerian Perdagangan ekspor nonmigas kita telah ditetapkan target yaitu nonmigas kita tumbuh 6,3 persen,” kata Mendag dalam dalam keterangannya, di Jakarta.

Mendag menyampaikan, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi tercapainya target peningkatan ekspor tahun ini, di antaranya suksesnya program vaksinasi yang tidak ganya di Indonesia, tetapi juga di negara mitra dagang terbesar RI.

Selain itu, akselerasi daripada undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

“Kita merasa bahwa kita bisa yakin tumbuh 6,3 persen dan tentunya ini adalah bagian-bagian yang kita ingin genjot ke depan,” ujar Mendag.

Lutfi menambahkan akan menggenjot ekspor beberapa produk unggulan nasional ke depannya, di antaranya yakni komoditas otomotif yang akan diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Brazil, dan Myanmar.

Selanjutnya, komoditas logam dan produk logam dengan negara tujuan Turki, RRT, Emirat Arab dan Filipina. Kemudian komoditas karet dan produk karet untuk diekspor ke RRT, Australia dan Vietnam.

“Terakhir adalah elektronik, kita ingin membuka pasar elektronik kita terutama untuk AS, Australia dan RRT,” ujarnya.

Adapun Kemendag memproyeksi pertumbuhan ekspor nonmigas RI tumbuh di sejumlah negara mitra dagang utama, yaitu Republik Rakyat Tiongkok diprediksi tumbuh 7,87 persen. Kemudian ekspkr ke Amerika Serikat ditargetkan tumbuh 3,87 persen.

Kemudian, ekspor ke Jepang ditargetkan tumbuh setidaknya 3 persen, ke India dipatok tumbuh 8,67 persen, Singapura 3,84 persen. Sementara untuk Malaysia, Filipina, Korea Selatan Thailand, dan Vietnam diharapkan bisa tumbuh baik.

“Kita berharap bisa tumbuh baik,” tutup Mendag. (adi)

Comments

comments