Menkeu: Pemerintah Butuh Teknologi Mumpuni untuk Vaksin 180 Juta Penduduk

Tangkapan layar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers virtual terkait kedatangan 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac di Jakarta, Senin (7/12/2020)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Pemerintah membutuhkan teknologi memadai untuk dapat melakukan vaksinasi kepada 180 juta penduduk Indonesia.

Keberadaan teknologi itu diperlukan dalam rangka memastikan vaksinasi yang dilakukan telah sesuai dengan target pemerintah.

“Bayangkan, kalau lebih dari 180 juta orang akan divaksin dan mereka divaksinnya tidak sekali berarti kita akan membutuhkan sebuah teknologi,” katanya dalam acara virtual Indonesia Digital Conference di Jakarta, Rabu (16/12).

Sri Mulyani menjelaskan, nantinya teknologi tersebut digunakan untuk melakukan tracking terhadap orang yang akan dilakukan vaksinasi sebanyak dua kali melalui ketersediaan data.

“Untuk tracking mereka yang divaksin selama dua kali dalam periode tertentu dan mengetahui keberadaannya by name, by NIK, by number supaya kita tahu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia menuturkan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh puskesmas di Indonesia telah terkoneksi dengan internet dan teknologi digital agar mendukung proses vaksinasi.

Ia menjelaskan untuk tahun depan pemerintah akan mengakselerasi pembangunan Base Transceiver Station (BTS) untuk wilayah yang tertinggal akses internetnya yaitu lebih dari 12 ribu desa.

Sementara itu, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk tahun depan melalui APBN 2021 adalah sebanyak Rp29,6 triliun.

“Dampak spillover positive-nya akan luar biasa. Seluruh masyarakat bisa menggunakan infrastruktur ini. Kesempatan baru akan muncul dengan adanya infrastruktur digital yang terus dibangun pemerintah,” katanya. (adi)

Comments

comments