Menko Polhukam Ajak Pemuda Islam Perjuangkan Nilai-nilai Islami, Bukan Negara Islam

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Negara Indonesia adalah pada dasarnya merupakan negara inklusif yaitu memposisikan semua kelompok yang ada sama satu dengan lainnya. Semua perbedaan primordial digabung menjadi satu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, menurut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengimbau generasi muda Islam seperti Pemuda Muhammadiyah harus memperjuangkan nilai-nilai Islami yang inklusif.

“Mari membangun Indonesia, sebagai negara Islami. Bukan negara Islam agar semua umat Islam di Indonesia dapat berkontribusi, masuk dari berbagai pintu. Jangan eksklusif,” pesan Mahfud MD pada acara Rakornas Pemuda Muhammadiyah secara virtual di Jakarta, Minggu (27/9).

Mahfud mengatakan dalam level apapun kehidupan bernegara, berdakwah merupakan jalan tengah. Dan dengan dakwah yang diisi nilai-nilai Islami maka membuat menjadi Islam di Indonesia tidak menjadi Islam dengan pemahaman ekstrem.

“Dalam arti berakhlak Islam seperti jujur, demokratis, toleran dan egaliter. Karena itu semua adalah akhlak Islam dalam Pancasila,” imbuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Selain itu, dengan mengusung nilai-nilai Islami maka dakwah yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah bisa terhindar dari konflik, pertengkaran soal wadah organisasi baik di internal maupun eksternal dengan wadah organisasi-organisasi lainnya.

“Muhammadiyah harus terus membawa nilai-nilai Islami dan menyerukan kebaikan islam kepada seluruh masyarakat dalam bernegara. Karena itu adalah hakekat dakwah,” ajak Mahfud.(har)

Comments

comments