Menopause Dini dan Penyebabnya

Ilustrasi--- sumber foto womenshealth.gov

Acuantoday.com— Umumnya wanita berhenti menstruasi adalah usia sekitar awal 50 tahun hingga 55 tahun. Namun kini kita juga sering mendengar wanita yang sudah berhenti mentstruasi usia di bawah 45 tahun, bahkan –meski tidak banyak— ada juga kasus berhenti menstruasi usia 30-an. Kasus-kasus ini disebut menopause dini.

Menopause dini atau insufisiensi ovarium prematur adalah menopause yang terjadi pada wanita berusia 30-an atau di bawah usia 40. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa menopause adalah kondisi ketika ovarium berhenti memproduksi telur, dan menghasilkan hormon estrogen dalam jumlah yang rendah. Hormon estrogen adalah hormon yang mengendalikan siklus reproduksi. Seorang wanita yang mengalami menopause biasanya ditandai dengan tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 12 bulan.

Mengutip laman https nhs.uk, jika Anda berusia di bawah 45 tahun dan menyadari menstruasi Anda menjadi jarang atau berhenti sama sekali, Anda harus segera ke dokter.

Penyebab kegagalan ovarium prematur seringkali tidak diketahui, namun pada beberapa wanita bisa disebabkan oleh: kelainan kromosom – seperti pada wanita dengan sindrom Turner, penyakit autoimun – di mana sistem kekebalan mulai menyerang jaringan tubuh, infeksi tertentu, seperti tuberkulosis, malaria, dan gondongan – tetapi ini sangat jarang terjadi.

Tapi tak jarang juga  kegagalan ovarium prematur diturunkan dari keluarga. Ini mungkin terjadi jika ada kerabat Anda yang mengalami menopause pada usia yang sangat muda (20-an atau awal 30-an).

Penyebab lainnya adalah perawatan kanker. Radioterapi dan kemoterapi dapat menyebabkan kegagalan ovarium prematur. Ini mungkin sementara atau bisa juga permanen. Tapi risiko mengalami menopause dini bergantung pada: usia. Misalnya, gadis yang belum pubertas dapat mentoleror perawatan yang lebih kuat daripada wanita yang lebih tua.

Risiko mengalami menopause dini lebih tinggi jika Anda menjalani perawatan radioterapi di sekitar otak atau panggul Anda. Orang yang menjalani operasi pengangkatan ovarium juga bisa terkena menopause dini.

Gejala menopause dini yang paling jelas adalah menstruasi menjadi jarang atau berhenti sama sekali tanpa alasan lain (seperti kehamilan). Tapi beberapa wanita mungkin juga mengalami gejala menopause khas lainnya, seperti; hot flushes, keringat malam, vagina kering dan tidak nyaman saat berhubungan seks, kesulitan tidur, mood rendah atau kecemasan, penurunan gairah seks (libido), masalah dengan memori dan konsentrasi, dll.

Yang juga perlu diketahui,  wanita yang mengalami menopause dini juga memiliki peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular karena penurunan kadar hormon estrogen.

Perawatan utama untuk menopause dini adalah pil kontrasepsi gabungan atau HRT untuk mengganti hormon Anda yang hilang. Dokter umum mungkin akan merekomendasikan agar Anda menjalani perawatan ini dalam jangka panjang, di luar usia menopause alami yang “normal” (rata-rata sekitar 52 tahun), untuk memberi Anda perlindungan yang tahan lama.

Namun, jika Anda pernah menderita jenis kanker tertentu, Anda mungkin tidak dapat menjalani perawatan hormonal. Dokter akan berbicara dengan Anda tentang pilihan pengobatan lain dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk membantu melindungi kesehatan Anda.***dian

Comments

comments