Mensos Tri Rismaharini: ‘Jabatan Adalah Takdir Tuhan’

Tri Rismaharini, Menteri Sosial---foto dian

Acuantoday.com— “Jabatan adalah takdir Tuhan. Pertanggungjawaban atas jabatan adalah kepada Tuhan dan masyarakat”. Begitulah yang pernah diucapkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat diwawancarai beberapa tahun lalu. “Prinsip saya ada tiga, yakni, berbuat, berkata dan berdoa,” tambahnya. Prinsip itu berlaku untuk apapun jabatan yang ditakdirkan Tuhan diembannya.

Kini, atau persisnya Risma—begitu namanya akrab disapa— baru saja (22/12/2020) diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial yang baru menggantikan Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi bantuan social (bansos) Covid 19.

Publik tidak terlalu terkejut, lantaran nama Risma yang juga politisi PDI Perjuangan, sudah santer disebut-sebut di medsos sebagai Calon Mensos menggantikan Juliari Batubara, sejak dua pekan lalu. Namun Ketua DPP PDIP bidang Kebudayaan dalam kepengurusan periode 2019-2024, ini, selalu mengelak ketika ditanya soal kemungkinan menjadi Mensos. “Yan anti kita lihatlah. Saya ngikut Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) saja,” ujarnya ketika itu.

Bahwa akhirnya apa yang diisukan selama ini terbukti, seperti yang diucapkan Risma beberapa tahun lalu dalam wawancara, Itulah takdir Tuhan.

Tri Rismaharini, Menteri Sosial—foto dian

Risma yang merupakan perempuan pertama yang menjabat Walikota, dua periode menjabat Walikota Surabaya, dan sesungguhnya jabatan periode keduanya sebagai Walikota Surabaya ini akan berakhir pada Februari 2021 mendatang.

Sebagai Walikota, Risma dinilai berhasil menata kota Surabaya menjadi lebih baik sehingga sosoknya pun dikenal secara nasional, apalagi kemudian Surabaya lewat penataan kotanya yang lebih apik, meraih berbagai penghargaan internasional.

Wanita kelahiran 20 November 1961 ini, memulai kariernya sebagai PNS di lingkungan Pemkot Surabaya pada dekade 1990-an. Lulusan ITS (Institut Sepuluh Nopember) 1987 ini, sempat menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010.

Melalui pemilihan langsung, Risma-Bambang DH  yang  diusung oleh PDI-P  memenangi Pilkada Surabaya 2010. Namun di tengah masa jabatan, Bambang DH. mengundurkan diri karena maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur 2013. Pasca pengunduran diri Bambang, Risma didampingi oleh Whisnu Sakti Buana, putra politisi senior PDI-P / Wakil Ketua MPR RI periode 1999-2004, Ir. Soetjipto, yang terpilih secara aklamasi sebagai Wakil Walikota Surabaya dalam sidang paripurna DPRD Kota Surabaya pada 8 November 2013 dan resmi dilantik pada tanggal 24 Januari 2014.

Pada Pilkada Serentak 2015, pasangan Risma-Whisnu diusung oleh PDI-P dan terpilih kembali dengan meraih kemenangan mutlak. Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana dilantik untuk masa bakti 2016-2021 pada tanggal 17 Februari 2016 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi.

Berbagai tekanan selama menjabat sebagai Walikota Surabaya tidak dijadikan beban oleh Risma. Itu karena memang ikhlas menjalankan. “Untuk apa saya bingung. Saya sih, terus terang, secara pribadi tidak beban,” ujar Risma kala itu.

Bagi Risma, pertanggungjawaban atas jabatan yang diembannya ini bukan hanya kepada masyarakat tapi juga kepada Tuhan. “Prinsip saya ada tiga, yakni, berbuat, berkata dan berdoa. Kalau saya belum berbuat, ya, saya harus berbuat dulu. Kalau risikonya saya harus kehilangan jabatan,  ya sudah, itu nasib saya. Mungkin itu takdir Tuhan. Jangankan jabatan, nyawa saya saja kalau Tuhan mau ambil satu jam lagi atau lima menit lagi, kan kita nggak tahu itu. Jadi untuk apa saya bingung,” tandas Risma.

Bekerja dengan ikhlas dan hasilnya jelas. Surabaya meraih berbagai penghargaan internasional,  di antaranya penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 untuk dua bidang sekaligus yaitu; data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik.  Taman Bungkul yang pernah dipugarnya pun meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013. Sedang Risma sendiri  selain menerima penghargaan  ‘Women Leader Award’ dari Globe Asia pada 2012, juga dinobatkan sebagai Walikota Terbaik Dunia pada Februari 2014 lalu.

Pada tanggal 14 September 2018 dalam Kongres UCLG-ASPAC 2018 (Asosiasi Pemerintah Kota dan Daerah Se-Asia Pasifik) di Surabaya, Tri Rismaharini terpilih secara aklamasi sebagai Presiden UCLG-ASPAC untuk masa bakti 2018-2020 menggantikan Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan, Won Hee-ryong. ***dian

 

 

 

Comments

comments