Menteri Hasil Reshuffle Kabinet Sinyal Presiden Beri Rekonsiliasi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh. Foto: Humas Pemprov

Acuantoday.com, Semarang- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menilai ada nuansa positif dalam reshuffle peradana Kabinet Indonesia Maju (KIM) kali ini.

Salah satu nama yang mendapat perhatian publik adalah masuknya Sandiaga Salahuddin Uno yang saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga mantan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Capres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu.

Dua mantan Capres dan Cawapres itu kini tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin. Prabowo Subianto yang duduk sebagai Ketua Umum Partai Gerindra lebih dulu duduk sebagai Menteri Pertahanan.

Dengan masuknya Sandiaga dan Prabowo dalam komposisi kabinet Jokowi-Ma’ruf maka keduanya kini siap menjalankan intruksi Presiden Jokowi.

“Ada nuansa yang bagus. Pak Presiden sedang memberikan sinyal rekonsiliasi,” tegas Ganjar Pranowo Rumah Dinas Puri Gedeh, Semarang, Selasa (22/12).

Ganjar mengaku banyak pihak terkejut dengan nama-nama baru menteri hasil reshuffle kabinet. Keterkejutan itu karena Presidne Jokowi melakukan hal yang tidak biasa.

Antara lain menunjukkan Budi Gunadi Sadikin yang bukan berlatarbelakang dokter sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto yang dikenal sebagai dokter spesialis radiologi dan dikenal sebagai penemu metode cuci otak bagi pasien penderita stroke.

Dari pengakuan Ganjar, kalangan dokter yang kenal dengan dirinya langsung menghubungi terkait penunjukan Budi Gunadi Sadikin.

“Kalau kita melihatnya oke, menurut saya oke. Hanya satu saja yang para dokter langsung telpon saya, ini kenapa Menkesnya bukan dokter ya? Saya jawab pertimbangannya kurang tahu, saya bilang begitu. Kalau yang lain menurut saya oke,” jelas Ganjar.

Tak hanya posisi Menteri Kesehatan, Presiden Jokowi juga melakukan perombakan di lima kementerian lainnya yakni Menteri Sosial (Mensos), Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP), Menteri Agama (Menag), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) serta Menteri Perdagangan (Mendag).

Juliari Peter Batubara yang tersandung korupsi bantuan sosial posisinya digantikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Sementara Sandiaga Uno didapuk menjadi Menparekraf menggantikan Whisnutama.

Selain itu, ada juga tokoh muslim Gerakan Pemuda Anshor, Yaqub Cholil Qoumas menjadi Menag menggantikan Fachrul Razi, Sakti Wahyu Trenggono menjadi Menteri KKP menggantikan Edhy Prabowo dan terakhir Muhammad Lutfi menjadi Mendag menggantikan Agus Suparmanto.

Mengomentari posisi Menteri lainnya selain Menkes, Ganjar berkata bahwa akan ada tantangan baru bagi para menteri baru Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju.

Pasalnya saat ini Indonesia tengah dihadapi dengan wabah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan selesai.

“Selebihnya, tentu saja ada tantangan lain karena pandemi belum selesai. Kita semua harus menyelesaikan dengan segala kreasi dan inovasi,” tegas Ganjar.

“Maka saya berharap, segala amanah kepercayaan ini mesti dilaksanakan dengan penuh integritas,” lanjut Politikus PDI Perjuangan tersebut. (Alvin)

Comments

comments