Menteri KKP Ditangkap, Tekanan Tata Ulang Ekspor Benih Lobster Mencuat

Foto: jktfooddestination/instagram miting lobster

Acuantoday.com, Jakarta―Penangkapan Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu tekanan agar ekspor benih lobster ditata ulang.

Pasalnya, komoditi ini dinilai sebagai penyebab Menteri Edhy dicokok KPK, Rabu (25/11) dini hari.

“Indikasinya mengarah kuat ke kasus ekspor benih bening lobster,” kata Pengamat sektor kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halimdihubungi lewat WA di Jakarta, Rabu pagi.

Abdul Halim menyebut penangkapan Menteri KKP dan sejumlah orang lainnya, dianggap sebagai sebuah tragedi.

Namun demikian, lanjutnya, asas praduga tak bersalah mesti dikedepankan, dan KPK harus membongkar kasus hukum tersebut setransparan mungkin.

“Pihak yang bersalah dihukum sesuai aturan yang berlaku, dan bisa menjadi hikmah untuk perbaikan tata kelola lobster dan perikanan secara umum di Indonesia,” katanya

Ia mengatakan, sejak awal Menteri Edhy sudah diingatkan terkait dengan kontroversi ekspor benih lobster.

Sebagaimana diwartakan KPK menyebut penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa orang lainnya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Rabu dini hari.

“Benar, jam 01.23 dini hari di Soetta,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan informasi, Edhy ditangkap setelah pulang perjalanan dari Amerika Serikat.

Edhy bersama beberapa orang yang ditangkap tersebut sudah berada di Gedung KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Namun KPK belum memberikan informasi detil terkait kasus apa sehingga pihaknya menangkap Edhy.

Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang ditangkap tersebut. (ahm)

Comments

comments