Menteri Nadiem Perbolehkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim/Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, menargetkan semua sekolah mulai melakukan pembelajaran tatap muka  (PTM) secara terbatas Juli mendatang.

Ia minta sekolah yang pendidik dan tenaga kependidikannya telah divaksinasi COVID-19 segera melakukan PTM.

“Kita mau mencapai target itu Juli. Sekolah harus melakukan dari sekarang,” ujar Nadiem dalam keterangan pers penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Covid-19, Selasa (30/3).

Menteri Nadiem menegaskan, sekolah sudah diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi COVID-19 secara lengkap, satuan pendidikan wajib menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ujarnya.

Nadiem menjelaskan, pembelajaran tatap muka terbatas dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh untuk memenuhi protokol kesehatan.

”Orang tua dapat memutuskan anaknya kalau mereka tidak nyaman. Mereka boleh memutuskan anaknya PJJ atau dia kembali ke kelasnya,” ucapnya.

Orang tua atau wali dapat memutuskan bagi anaknya untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh walaupun satuan pendidikan sudah memulai pembelajaran tatap muka terbatas.

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil dan kantor Kemenag wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan,” jelas dia.

Jika berdasarkan hasil pengawasan terdapat kasus konfirmasi COVID-19, pemerintah wajib melakukan penanganan kasus dan dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan.

“Terdapat kebijakan pemerintah pusat untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19, pembelajaran tatap muka terbatas dapat dihentikan sementara sesuai jangka waktu kebijakan,” tambah dia.

Contohnya jika satu daerah atau kecamatan sedang melakukan PPKM, pembelajaran tatap muka di daerah itu dihentikan sementara.

“Kalau ada infeksi harus segera ditutup sementara untuk sekolahnya, dan kalau daerah sedang PPKM atau pementasan dalam skala mikro, itu juga diperbolehkan pembelajaran tatap mukanya diberhentikan sementara. Ini poin yang sangat penting,” kata Nadiem. (Bram/Antara)

Comments

comments