Menteri PPPA akan Bangun Rumah Perlindungan Perempuan di Tiap Daerah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga). (Foto : Rahmat/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga) akan mendirikan rumah perlindungan perempuan yang menjadi korban kekerasan diseluruh kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Pasalnya, perempuan yang menjadi korban kekerasan terus bertambah.

“Selama ini masih banyak perempuan yang jadi korban kekerasan. Tiap kabupaten nanti akan disiapkan 2 para legal dan 2 psikolog, untuk mendampingi perempuan korban kekerasan,” kata Menteri PPPA dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Peran Wanita dalam Membangun Semangat Kebangsaan” secara virtual di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12).

Hadir pembicara lainnya yang juga melalui layar daring Dr. Lestari Moerdijat (Wakil Ketua MPR RI) dan Zannuba Arifah Chafsoh Abdurrahman Wahid/Yenny Wahid (Direktur Wahid Foundation), sedangkan Staf Khusus Menteri PPPA, I Gusti Agung Putri Astrid (Gung Astrid) hadir secara fisik dalam diskusi.

Menurut Menteri Bintang, kebijakan tersebut merupakan komitmen dan jaminan negara untuk memberikan rasa aman, nyaman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Serta dalam rangka pemenuhan hak-hak asasi, perlindungan bagi setiap orang dengan prinsip kesetaraan dalam kebhinekaan.

“Dengan begitu sudah sepatutnya peran semua pihak dikedepankan dalam pembangunan bangsa terutama perempuan,” ucapnya.

“Apalagi, sejarah telah membuktikan peran perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan tidak dapat dipandang sebelah mata,” tambahnya.

Dikatakan Menteri asal Bali ini, bulan Desember menjadi penting bagi seluruh perempuan di Indonesia, dimana pada 22 Desember nanti akan diperingati hari Ibu sebagai penghormatan bagi perempuan-perempuan Indonesia.

“Saat ini kita telah memasuki bulan Desember, bulan ini adalah bulan yang sangat penting dalam mengenang perjuangan perempuan di Indonesia. Setiap tanggal 22 Desember, kita merayakan peringatan Hari Ibu. Pemilihan tanggal ini bukannya tidak berdasar, tapi tanggal 22 Desember 1928 dilakukan kongres perempuan Indonesia Pusat pertama di Jogjakarta,” jelasnya.

“Perempuan Indonesia menyatukan gagasan, pendapat dan pemikirannya mengenai peran perempuan dalam perjuangan meraih kemerdekaan,” sambungnya.

Buat Menteri Ayu, peran ibu di Indonesia dimaknai sebagai kemajuan perempuan di Indonesia, dan menjalankan peran ibu bangsa. “Peringatan Hari Ibu dimaknai dengan perjuangan perempuan yang tidak hanya memajukan kaumnya saja tetapi juga menjalankan peran sebagai ibu bangsa,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments