Menyulap Kain Lagosi Jadi Busana Cantik

1, Siswi kelas 10 Andi Azlia Shabirah Labitta Sinjaya (15) menampilkan kreasi pakaian modern yang memanfaatkan kain Lagosi khas Makassar, Sulawesi Selatan, dengan memadukan warna mencolok untuk menarik minat kaum milenial. (ANTARA/HO/dokumen pribadi)

Acuantoday.com— Melihat busana-busana cantik ini, tak ada yang mengira kalau itu adalah rancangan gadis belia, 15 tahun.  Namanya Andi Azlia Shabirah Labitta Sinjaya, atau akrab disapa Zia. Ia siswa kelas 10 Sekolah Cikal. Lewat karyanya yang cemerlang Zia ingin menunjukkan kain khas daerahnya bukan sekadar kain tradisional namun bisa juga diubah menjadi busana modern yang menawan.

2. Kreasi pakaian modern memanfaatkan kain Lagosi khas Makassar, Sulawesi Selatan, dengan memadukan warna mencolok untuk menarik minat kaum milenial. (ANTARA/HO/dokumen pribadi) (ANTARA/HO)

Adalah kain Lagosi, kain khas Sulawesi Selatan, yang disulap Zia menjadi busana yang digandrungi kalangan milenial. “Saat pandemi ini, aku jadi lebih banyak waktu untuk menggali hobi dan potensiku, selain itu aku punya misi untuk melestarikan kain asal Sulawesi Selatan dari tempat kelahiran keluarga papaku, yang disebut Lagosi,” ujar desainer belia ini.

Keunggulan kain Lagosi, ujarnya, terletak pada corak dan warnanya yang unik serta  nilai filosofi terkait kehidupan mahluk hidup. Ini perlu dilestarikan dengan menghadirkan rancangan modern menggunakan kain khas ini. “Melestarikan dan menjunjung tinggi budaya Indonesia merupakan kewajiban semua orang,” kata Zia.

3. Kreasi pakaian modern memanfaatkan kain Lagosi khas Makassar, Sulawesi Selatan, dengan memadukan warna mencolok untuk menarik minat kaum milenial. (ANTARA/HO/dokumen pribadi) (ANTARA/HO)

Zia bukan sekadar berkata-kata namun dia telah membuktikannya. Meski berusia muda namun dia telah terjun menggeluti bisnis fesyen yang ia beri label ‘Labitta The Label’.  Busana-busana cantik yang menampilkan perpaduan warna mencolok seperti orange, kuning, hitam, hijau, dan merah hati, lahir dari kreasinya atas kain Lagosi.

Bisnis ‘clothing line’ yang dirintisnya sejak Mei 2020 itu, berkembang pesat. Lagosi yang tadinya hanya kain tradisionil masyarakat setempat diubahnya menjadi busana yang digandrungi kalangan milenial. Setidaknya ia  telah menjual 500 pakaian ke pasar dalam dan luar negeri.

“Aku ingin kain Lagosi lebih dikenal dengan cara mengkreasikan kain ini menjadi busana modern dan diminati masyarakat masa kini,” ucap Zia yang sejak kecil mengagumi fesyen ‘Chanel’.***dian

 

Comments

comments