Merapi Masih Aktif, Acara Jumenengan Sultan HB X Tetap Berlangsung

Para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta bersiap lakukan Labuhan Merapi. (Foto Chaidir/acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Meski aktivitas seismik Gunung Merapi masih tinggi, namun acara memperingati 32 tahun Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X, Senin (16/3/2021), tetap digelar.
Namun upacara tradisi yang diadakan Keraton Yogyakarta yang sering disebut Labuhan Merapi jumlah pesertanya dibatasi, mengingat masih dalam situasi pandemi covid-19.

Juru Kunci Merapi Mas Wedana Suraksohargo Asihono atau yang kerap disapa Mas Asih menjelaskan, Labuhan Merapi kali ini secara prinsip sama dengan tahun sebelumnya, hanya saja peserta yang ikut dibatasi.

“Jadi pada masa pandemi ini dibatasi, karena juga status Gunung Merapi saat ini level III atau Siaga. Jadi yang naik [ikut prosesi labuhan] hanya 30 orang, selain itu tidak boleh,” ujarnya, Senin (15/3/2021).

Mas Asih dan romobongan Abdi Dalem memulai prosesi sekitar pukul 06.40 WIB, dari petilasan Mbah Marijan, Pendopo Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan. Mereka membawa sejumlah ubarampe dengan berjalan kaki hingga Alas Bedengan atau Sri Manganti.

Adapun ubarampe yang dibawa yakni kain Sinjang Cangkring, Sinjang Kawung Kemplang, Semekan Gadhung, Semekan Gadhung Melati, Semekan Banguntulak, Kampuh Poleng Ciut, Dhestar Daramuluk dan Paningset Udaraga, masing-masing satu lembar.

Ubarampe ini telah tiba di Pendopo Kinahrejo pada Minggu (14/3/2021), setelah diantarkan dari Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat melalui Kapenewon Depok dan Kapenewon Cangkringan.

Di luar Abdi Dalem dan tim pendamping yang ikut naik ke Sri Manganti, masyarakat lainnya hanya boleh mengikuti prosesi sampai Tugu Rudal. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memungkinkan masyarakat mengikuti prosesi sampai atas.

“Kami harap pengertiannya apabila ada yang niat untuk naik, tidak diperbolehkan karena kondisi, kami mohon maaf semuanya. Mudah-mudahan ini ditaati dan juga untuk menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Meski demikian, bagi masyarakat yang ingin ngalap berkah tetap bisa melakukannya dengan menunggu di Pendopo Kinahrejo, yang setelah labuhan selesai akan dibagikan oleh panitia. (Chaidir)

Comments

comments