Mesir Ungkap Temuan 100 Peti Mati Kuno dari Era Ptolemaik

Mesir mengungkap penemuan 100 peti mati kuno yang belum lama ini digali tak jauh dari ibu kota Kairo--foto Xinhua

Acuantoday.com— Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Sabtu (14/11) mengungkap penemuan 100 peti mati kuno yang belum lama ini digali di Provinsi Giza, tak jauh dari ibu kota Kairo.

“Hari ini, kami umumkan penemuan 100 peti mati warna-warni yang masih tersegel dari era Ptolemaik … Peti-peti ini ditemukan di situs pemakaman Saqqara di Giza,” kata Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir Khaled al-Anany kepada Xinhua di lokasi penemuan tersebut. Demikian dikutip Antara.

Kekuasaan Dinasti Ptolemaik di Mesir berlangsung selama 275 tahun, dari tahun 305 SM hingga 30 SM.

Sebelumnya, pada 3 Oktober lalu, Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir juga mengumumkan penemuan 59 peti mati dalam kondisi yang masih sangat terjaga di Saqqara—foto Xinhua

Anany menambahkan banyak artefak, topeng serta patung penguburan juga ditemukan di situs pemakaman itu, dan semua dari 100 peti mati tersebut berada dalam kondisi yang sangat terpelihara.

Lebih lanjut, Anany menekankan bahwa Saqqara merupakan daerah yang kaya dengan barang purbakala, dan dia mengaku sangat bangga melihat penemuan tersebut dilakukan oleh misi arkeologi Mesir.

Menurutnya, penemuan semacam itu dapat membantu publik untuk mempelajari lebih banyak tentang praktik pemakaman di Saqqara selama periode tersebut. “Ini membantu kami mengetahui lebih banyak tentang praktik dan teknik mumifikasi di daerah itu.”

Anany mengungkapkan peti-peti tersebut akan dipamerkan di Museum Besar Mesir, Museum Nasional Peradaban Mesir, Museum Mesir di Kairo, serta Museum Ibu kota Administratif Baru.

Adapun 100 peti mati yang baru, serta 40 patung dewa kuno Ptah, ditemukan di tiga lubang sedalam 12 meter.

Selain itu, ditemukan pula 20 kotak kayu Dewa Horus, dua patung kayu seseorang yang disebut “Phnomus”, sejumlah patung ushabti, jimat dan empat topeng penguburan berlapis emas di situs pemakaman yang sama.

Saat pengumuman pada Sabtu, yang dihadiri oleh sejumlah besar pejabat Mesir, duta besar asing dan tokoh masyarakat, para ahli dari kementerian membuka sebuah peti mati yang berisi mumi di dalamnya dan melakukan pemeriksaan X-raypada mumi tersebut.

Hasilnya menunjukkan mumi itu adalah seorang laki-laki, dengan kisaran usia 40-45 tahun, dan memiliki tinggi sekitar 165-175 sentimeter.

“Penemuan ini sangat penting mengingat jumlah peti mati yang ditemukan,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Kepurbakalaan Tertinggi Mesir Mostafa Waziri kepada Xinhua. Diketahui, Waziri memimpin misi Mesir yang berujung pada penemuan peti mati tersebut–foto Xinhua

Dia mengungkapkan bahwa peti-peti mati itu milik pejabat tinggi dan orang kaya. “Peti-peti ini menunjukkan mumi di dalamnya berasal dari keluarga kaya,” jelasnya. “Bahan, dekorasi, serta teknik mumifikasi mengungkap status prestisius dari pemilik peti mati tersebut.”

Waziri menyoroti pentingnya penemuan yang dihasilkan oleh misi Mesir, dan mencatat bahwa sekitar 95 persen dari penemuan yang dibuat dalam tiga tahun terakhir di situs itu merupakan hasil kerja keras “tangan-tangan orang Mesir.”

Negara di Afrika Utara tersebut menghasilkan beberapa penemuan arkeologi berskala besar dalam beberapa tahun terakhir di berbagai bagian wilayahnya, termasuk berbagai makam Firaun, patung, peti mati, dan mumi. ***nin/ant

Comments

comments