Meski Gagal Berangkat, Menag Akui Ada Pengeluaran Biaya Cetak Buku dan Gelang Jemaah Haji

Menteri Agama Fachrul Razi

Acuantoday.com, Jakarta – Pemerintah lewat Kementerian Agama (Kemenag) membatalkan keberangkatan ibadah haji tahun 2020, akibat mewabahnya pandemi Covid-19 di hampir seluruh negara di dunia.

Meski membatalkan ibadah haji, Kemenag tetap mengelola keuangan operasional ibadah haji 2020 untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia, yakni seperti cetak buku manasik haji dan pengadaan gelang bagi jamaah.

“Meskipun dalam tahun 1441 hijriah 2020 masehi tidak terdapat pemberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi sebagaimana yang telah ditetapkan Keputusan Menag Nomor 494 Tahyn 2020, namun Kementerian Agama tetap mengelola keuangan operasional ibadah haji tahun 1441 hijriah 2020 masehi,” kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi saat menggelar rapat bersama Komisi VIII DPR RI pada, Senin (23/11).

Dikatakan Menag Fachrul, pengelolaan dana haji 2020 ini bersumber dari nilai manfaat dan dana efisiensi yang ditransfer oleh BPKH. Selain itu, pengelolaan dana haji 2020 ini juga sudah disepakati oleh DPR pada 7 Juli 2020 kemarin.

“Yang bersumber dari nilai manfaat, dana efisiensi, dan sumber lain yang sah yang ditransfer oleh BPKH untuk pengadaan gelang jemaah haji dan percetakan buku manasik haji sebagaimana yang telah disetujui DPR dalam rapat kerja,” jelas Menag.

Dijelaskan pensiunan jenderal TNI ini, anggaran BPIH tahun 2020 yang telah disetujui DPR RI sebesar Rp 7.194.288.838. Sementara, realisasi anggarannya sebesar Rp 6.455.264.838.

“Anggaran sebesar Rp 7.194.288.838, realisasinya Rp 6.455.264.838 atau 89,73 persen,” ucapnya.

Diketahui, rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama ini untuk membahas mengenai laporan keuangan dan penyelenggaraan kebijakan ibadah haji di masa pandemi Covid-19.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus. Rapat yang dihadiri langsung oleh Menag Facrul Razi dan jajarannya ini hingga kini masih berjalan. (rht)

Comments

comments