Meski tidak Ada Anggaran, Dinkes Mukomuko Tetap Gelar Tes Usap

Petugas Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menggunakan mobil PSC 119 untuk melakukan tes usap keliling.(Foto Dok.Antarabengkulu.com)

Acuantoday.com, Mukomuko— Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu menyatakan meskipun belum ada anggaran operasional tenaga kesehatan, instansinya tetap menggelar tes usap terhadap masyarakat yang “suspect” atau terindikasi terjangkit Covid-19 dan kontak erat dengan pasien virus corona baru itu.

“Kalau ada yang sangat prinsip kita kerjakan, misalnya ada orang yang positif kita ‘tracking’ dan mengambil sampel tes usap terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Desriani di Mukomuko, Senin.

Dinas Kesehatan setempat sejak sepekan lebih tidak melakukan penelusuran dan pengambilan sampel usap terhadap warga yang “suspect” dan kontak erat dengan pasien Covid-19 karena tidak ada anggaran operasional petugas kesehatan yang melaksanakan.

Selain masalah anggaran, katanya, jumlah warga yang harus dilakukan penelusuran atau menjalani tes usap karena kontak erat dengan pasien Covid-19 sudah tinggi.

Ia mengatakan kemungkinan jumlah warga setempat yang terjangkit virus corona menurun, tetapi instansinya belum tahu apakah ada warga yang tes usap mandiri dan dinyatakan positif Covid-19, serta informasi terputus.

“Mereka tidak menyampaikan data ke kita, kalau ada informasi atau data ini bisa menjadi bahan kita untuk melakukan lain seperti ‘tracking’ terhadap orang yang kontak erat,” ujarnya.

Terhadap orang yang melakukan tes usap mandiri dan dinyatakan positif Covid-19, ia menyarankan agar orang yang kontak erat melakukan karantina mandiri guna mencegah penyebaran virus corona.

Oleh karena saat ini instansinya belum ada anggaran untuk “jemput bola” melakukan tes usap keliling kecamatan, ia mengatakan, cara menyiasatinya masyarakat yang datang ke dinas untuk menjalani tes usap.

Dinas Kesehatan setempat saat ini membutuhkan anggaran untuk jasa petugas kesehatan yang melakukan aktivitas pengambil sampel usap, namun selama ini mereka belum mendapatkan uang jasa dalam melakukan pengambilan tes usap.

Selain itu, katanya, petugas yang melakukan kegiatan pengambilan sampel usap ke puskesmas membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) dan makan.***dian/ant

Comments

comments