Milad PERTI ke-93, OPI Aceh: Negara Berhutang Besar ke PERTI

Logo Milad PERTI ke-93. (Foto : PERTI)

Acuantoday.com, Blangpidie Abdya- Plt. Ketua Pengurus Daerah Organisasi Pelajar Islam (PD OPI) Aceh Ary Ilhamullah, SH menyampaikan selamat hari lahir atau Milad ke-93 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti).

Dalam pers realisenya, Ilham mengatakan selalu memanjat berdoa semoga Allah merahmati dan memberkahi organisasi dan Jamaah Tarbiyah-Perti.

Ary Ilhamullah menyebut pada usia yang ke-93 ini kami doakan semoga Allah merahmati dan memberkahi Perti dan segala ikthiarnya untuk membentengi ummat dalam akidah Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja).” kata Ilham dalam keterangan tertulisnya melalui pers reliese kepada Acuantoday.com pada Rabu, (5/5/2021).

Foto: Pengurus PD OPI Aceh bersama Ketua PD Tarbiyah-Perti Aceh yang juga Wakil Ketua PP Tarbiyah-Perti Tgk. Mohd. Faisal Amin. (Foto : PERTI)

Terpisah, diungkapkan Wakil Ketua II PD OPI Aceh Rozal Nawafil menyatakan bahwa bangsa Indonesia berutang besar kepada PERTI yang berperan menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI.

Lebih dari itu Perti pun turut berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme di masa perjuangan kemerdekaan. ujarnya

Ia, juga mengungkapkan bahwa ulama-ulama Perti tercatat dalam tinta emas berjuang menjaga keutuhan NKRI di berbagai wilayah. Di Aceh, ulama-ulama Perti dibawah pimpinan Abuya Muda Waly dan Abu Hasan Krueng Kalee berjuang menghadapi DI/TII. Begitupun di Sumatera Tengah, ulama-ulama Perti berjuang menghadapi PRRI”

Kehadiran dan kekuatan Perti yang berakar pada akidah Ahlussunah wal Jama’ah Asysyafiiyah telah teruji juga melalui kontribusinya. sebutnya

Menurutnya, Persatuan Tarbiyah Islamiyah di awal kemerdekaan Indonesia mampu membatasi pergerakan-pergerakan yang ingin memberontak kepada pemerintah RI, karena Islam khususnya Ahlussunah wal Jama’ah lebih khusus lagi Mazhab Syafi’ie melarang memberontak kepada pemimpin yang sah.

Ulama-ulama Perti juga turut berjasa mengangkat Presiden Soekarno sebagai Waliyud Amri Adh-dharuri Bisy Syaukah (pemegang otoritas kekuasaan yang sah dan bersifat sementara dengan kekuasaan penuh) dalam Konferensi Ulama Ke-Tiga Tahun 1954 di Istana Cipanas.

“Karena pemerintah Indonesia sah dalam segi fikih, maka persatuan Indonesia mesti terus dipertahankan. Adapun soal-soal mengenai ketidakpuasan daerah, memang mesti diselesaikan dengan cara yang arif dan bijaksana oleh pemerintah pusat. Akan tetapi, ketidakpuasan daerah tak boleh jadi alasan untuk menyulut pemberontakan.” ungkap Rozal

Namun di sisi lain, Perti juga aktif mengkritisi pemerintah bila kebijakannya dinilai jauh dari kepentingan ummat. Diantaranya ketika pemerintah kerap memberi hati kepada PKI. Kritik tersebut disampaikan dalam Kongres Ulama Indonesia yang digelar di Palembang pada 1957.

“Bahkan, Syeikh Sulaiman ar-Rasuli selaku pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasehat Perti, mengeluarkan fatwa bahwa paham komunisme adalah kufur, dan oleh sebab itu haram bagi umat Islam mengikuti PKI. Oleh karenanya sangat tepat menyebut Perti sebagai salah satu organisasiPERTI Islam yang senantiasa menopang tegaknya NKRI.” tandasnya. (Naidy)

Comments

comments