Minim Efek Samping, Ganjar Instruksikan Program Vaksinasi Digenjot

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasin saat memimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah./Foto: Humas Pemprov.

Hanya 8 Orang Alami KIPI Ringan, Ganjar Minta Program Vaksinasi di Jateng Dipercepat

Acuantoday.com, Semarang―Pelaksanaan vaksinasi di Jawa Tengah yang telah dimulai sejak Kamis (14/1) lalu dengan ditandai vaksin pertama terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hingga Senin (19/1), sudah ada sekitar 1.900 tenaga kesehatan yang menerima vaksin. 

Dari 1.900 orang dalam laporan yang masuk ke Ganjar Pranowo, hanya ada delapan orang yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

KIPI sendiri semacam efek samping yang dialami seseorang setelah menerima vaksin, dalam hal ini vaksin Sinovac. 

Alhamdulillah vaksinasi berjalan dengan baik. Dari laporan, KIPI-nya hanya ada delapan orang dan tidak parah, hanya pegal-pegal, ngantuk dan sekarang semua sudah membaik,” ujar Ganjar usai memimpin rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (18/1).

Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga mendorong jajarannya untuk mempercepat program vaksinasi gelombang pertama kepada tenaga kesehatan di Jateng.

“Kita butuh mempercepat, sehingga kalau nanti dikirim lagi semua sudah siap. Bupati/Wali Kota semangatnya bagus, masyarakat juga bagus karena semua banyak yang ngacung minta divaksin,” tandasnya. 

Untuk percepatan penyaluran vaksin, Ganjar mengusulkan adanya penambahan kuota orang yang divaksin di fasilitas kesehatan (faskes). 

Jika sebelumnya faskes seperti puskesmas dan rumah sakit dibatasi melakukan vaksinasi perhari 45 orang, maka Ganjar us untuk dilakukan penambahan.

“Saya minta dilakukan percepatan baik di rumah sakit maupun puskesmas. Targetnya, puskesmas bisa melakukan vaksinasi 50 orang perhari dan rumah sakit 200 orang perhari,” tutup Ganjar. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo memastikan, program vaksinasi terus berjalan. 

Ia juga mengaku proses pelaksanaan vaksinasi berjalan tertib sesuai dengan jadwal masing-masing tenaga kesehatan. 

“Sampai saat ini vaksinasi terus berjalan. Mereka para tenaga kesehatan yang sudah terdaftar akan mendapatkan jadwal vaksinasi di mana, jam berapa itu sudah diatur,” beber Yulianto. 

Yulianto membenarkan, Ganjar meminta dinas kesehatan untuk melakukan percepatan.

“Memang seluruh Indonesia diatur oleh sistem aplikasinya, yang membatasi tiap hari masing-masing faskes hanya melayani 15 orang dikali tiga. Tapi kami koordinasi tadi, intinya bisa ditambah,” katanya. (alvin)

Comments

comments