Minta Demo Dibatalkan, Polisi Tawarkan Dialog untuk Massa Aksi 1812

Kombes Pol Yusri Yunus menyebut belasan ribu aparat Polda Metro Jaya, diterjunkan mengamankan aksi massa penolakan UU Ciptaker, 13 Oktober 2020. /Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi meminta aksi 1812 yang rencananya digelar FPI dan sejumlah ormas islam lain, Jumat (18/12) siang ini, di depan Istana Negara, Jakarta, untuk dibatalkan. 

Sebagai gantinya, Kapolda Metro Jaya menawarkan dialog untuk mendengar aspirasi massa. 

“Kapolda Metro Jaya siap menerima perwakilan, jadi tidak usah berkerumun. Silahkan datang perwakilan saja untuk menyampaikan aspirasi secara lisan maupun tulisan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, hari ini. 

Imbauan untuk membatalkan aksi demo, ujar Yusri, demi menghindari lonjakan penularan Covid-19 yang kini tengah masifnya terjadi di ibu kota. 

Yusri bersandar pada data kasus positif virus corona di Jakarta yang sudah mencapai 158.033 kasus per siang ini, di mana kemarin terdapat penambahan sebanyak 1.690 kasus.  

“Harusnya mereka bisa memahami dan menyadari bahwa penyebaran Covid-19 di Jakarta sudah tinggi. Coba bayangkan kalau mereka kembali membuat kerumunan bagaimana mau selesai permasalahan Covid-19 di Jakarta,” tutur dia. 

Atas alasan pandemi pula, Polda Metro Jaya tidak menerbitkan izin demo. Kendati begitu, polisi tetap bersiaga, bila massa aksi tak terelakkan. 

Belasan ribu aparat gabungan Polri-TNI diterjunkan mengamankan jalannya aksi demo. 

Mereka disebar di beberapa titik, utamanya di lokasi kumpul aksi di sekitaran Istana Negara. Selain itu, aparat bersiaga menjaga keamanan di sejumlah objek vital, seperti gedung DPR, Monas dan Polda Metro Jaya.

Unjuk rasa kali ini, massa aksi 812 menuntut empat hal: pengusutan tuntas pembunuhan enam anggota Laskar FPI, bebaskan Rizieq Shihab tanpa syarat, hentikan kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum. (rwo)

Comments

comments