Misteri Km 50, IPW Temukan Tiga Kejanggalan

Sebuah adegan dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di rest area kilometer 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek/Foto: Antara/Ali Khumaini.

Acuantoday.com, Jakarta―Indonesia Police Watch (IPW) meminta jajaran di Kepolisian menyadari adanya pelanggaran SOP dalam insiden penembakan hingga tewas terhadap enam laskar FPI yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50, Senin pekan lalu.

“IPW berharap Mabes Polri mau mengakui adanya pelanggaran SOP tersebut. IPW juga berharap Komnas HAM dan Komisi III DPR mau mencermati pelanggaran SOP yang kemudian menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM dalam kematian anggota FPI yang mengawal Rizieq,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan yang diterima Acuantoday.com, Senin (14/12).

Jika mengacu hasil rekonstruksi yang diumumkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, setidaknya IPW melihat ada tiga pelanggaran SOP yang dilakukan anggota Polri, terutama dalam kasus kematian empat anggota FPI di dalam mobil petugas kepolisian.

Pertama, keempat anggota FPI yang masih hidup, setelah dua temannya tewas (versi polisi tewas dalam baku tembak) dimasukkan ke dalam mobil polisi tanpa diborgol.

“Ini sangat aneh, Rizieq sendiri saat dibawa ke sel tahanan di Polda Metro Jaya tangannya diborgol aparat. Kenapa keempat anggota FPI yang baru selesai baku tembak dengan polisi itu tangannya tidak diborgol saat dimasukkan ke mobil polisi?” ungkap Neta heran.

Kedua, lanjut dia, memasukkan keempat anggota FPI yang baru selesai baku tembak,  ke dalam mobil polisi yang berkapasitas delapan orang, yang juga diisi anggota polisi, adalah tindakan yang tidak masuk akal, irasional, dan sangat aneh.

Ketiga, anggota Polri yang seharusnya terlatih terbukti tidak Promoter (profesional, modern dan tepercaya), dan tidak mampu melumpuhkan anggota FPI yang tidak bersenjata, sehingga para polisi itu menembak dengan jarak dekat hingga keempat anggota FPI itu tewas.

“Dari ketiga kecerobohan ini terlihat nyata bahwa aparat kepolisian sudah melanggar SOP yang menyebabkan keempat anggota FPI itu tewas di satu mobil. Dari penjelasan Kadiv Humas Polri itu terlihat betapa cerobohnya anggota polisi tersebut,” jelasnya. 

Neta menganggap Komnas HAM dan Komisi III perlu mendesak dibentuknya Tim Independen Pencari Fakta agar kasus ini terang benderang. (rht)

Comments

comments